For-PAS Nilai Kinerja Kepala SMAN 1 Sawang Tidak Profesional

For-PAS Nilai Kinerja Kepala SMAN 1 Sawang Tidak Profesional
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Koordinator Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS), Teuku Sukandi menilai kinerja Kepala SMAN 1 Sawang, Muzakkir S.Pd tidak profosional dalam mengambil keputusan baik dalam hal menaikkan kelas siswa SMAN 1 Sawang dimaksud.

Pasalnya diduga sebanyak 15 siswa SMAN 1 Sawang tidak dinaikan kelas sehingga mereka terancam tidak sekolah lagi. Ini pertanda kepala sekolah tidak mampu mengelola sekolah dengan baik.

“Juga informasi yang kita terima dalam merekrut siswa baru, tidak melihat zona pembagian wilayah hanya mementingkan kepentingan SMAN 1 Sawang saja,’ kata Teuku Sukandi mengutip laporan dari sumber terkonfirmasi.

“Terbukti siswa dan siswi yang sudah mendaftar di SMAN 1 Sawang sebanyak 152 orang, sehingga MAN 3 Sawang dan SMK Sawang terancam tidak ada siswa dan seakan menafikan jasa dari pendahulunya para tokoh masyarakat yang sudah susah payah mendirikan MAN 3 dan SMK,” sebutnya

Sebelumnya sambungnya, dalam sebuah perjanjian yang disepakati antara Kepala MAN 3 Sawang, SMKN 1 Sawang dan SMAN 1 Sawang yang disaksikan Camat Sawang, pihak SMAN 1 Sawang dalam penerimaan siswa baru hanya menerima siswa sebanyak 132 orang siswa saja dalam perjanjian awalnya.

“Tetapi nyatanya Kepala SMAN 1 Sawang mengingkari perjanjian tersebut yang dibuat oleh tiga Kepala Sekolah di wilayah Kecamatan Sawang antara lain Kepsek SMAN 1 Sawang, Kepsek MAN 3 Sawang dan Kepsek SMKN 1 Sawang,” ketusnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sawang, Muzakkir ketika dikonfirmasi terpisah menjelaskan, bukan 15 siswa tetapi 9 siswa yang tidak naik kelas. Juga terkait penerimaan siswa baru tahun anggaran 2022 ini dilakukan atas dasar kesepakatan rapat Dewan Guru dan Komite.

“Hal itu bukan kita lakukan sepihak dan ada agenda rapatnya. Malahan kita sudah memanggil 9 orang tua siswa tersebut dan kita sampaikan terkait akhlak siswa yang tidak naik kelas. Siswa itu kedapatan merokok, bolos dan juga nakal dan sering melawan guru,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan terkait penerimaan siswa baru di SMAN 1 Sawang, pihaknya tidak pernah memaksa orang tua siswa baru agar mendaftar di SMAN 1 Sawang, dengan iming-iming.

“Malahan kita menyarankan kepada calon siswa baru tahun anggaran 2022 itu, agar memilih sekolah lain selain SMAN 1, baik SMKN 1 maupun MAN yang ada di wilayah Kec. Sawang, tetapi para calon siswa baru itu tetap pilihanya di SMAN 1 Sawang apakah itu harus kita tolak,” tandasnya. (IS/Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar