Jubir Pemprov Aceh: Skala bencana Aceh memang nasional, keputusan ada di pusat

Jubir Pemprov Aceh: Skala bencana Aceh memang nasional, keputusan ada di pusat
Masjid di asrama putra Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang masih berdiri kokoh di antaranya tumpukan kayu yang terbawa arus banjir dan tanah longsor, Jumat (13/12/2025).  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | Banda Aceh – Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengungkapkan bahwa kondisi bencana di Provinsi Aceh sudah sangat layak untuk ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

“Skalanya (bencana) ini memang nasional,” kata MTA saat dihubungi Kompas.com pada Minggu (14/12/2025).

Namun, MTA menegaskan bahwa penetapan status Bencana Nasional bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.

“Terkait penentuan status legalitas itu tergantung atas pertimbangan pemerintah pusat sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, MTA menyampaikan bahwa Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dalam beberapa kesempatan, selalu berharap agar bantuan internasional dibuka untuk mempercepat penanganan bencana.

“Secara khusus, Pemerintah Aceh telah secara resmi menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional, mengingat pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF,” tambahnya.

Di sisi lain, MTA berharap agar pemerintah dapat mengambil kebijakan untuk menghapus pajak terhadap bantuan logistik internasional.

“Mengingat hal ini berkaitan dengan bantuan untuk kemanusiaan bagi rakyat sendiri. Bukan malah mengenakan pajak bagi mereka yang hendak membantu. Jika pemerintah memberlakukan pajak terhadap bantuan kemanusiaan, justru akan membuat rakyat dan masyarakat internasional berasumsi seakan-akan Aceh sedang dizalimi oleh pemerintah, hal ini sangat tidak baik,” tegasnya.

Hingga saat ini, MTA mencatat sebanyak 1.960 relawan dari 77 lembaga telah turun untuk membantu pemulihan bencana banjir dan longsor di Aceh.

“Mereka merupakan lembaga atau NGO lokal, nasional, dan internasional. Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respons kebencanaan ini,” jelasnya.

Atas nama masyarakat Aceh dan korban, MTA menyampaikan ucapan terima kasih dari Gubernur kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam pemulihan Aceh.

“Kehadiran lembaga dan relawan ini diharapkan dapat terus memperkuat kerja-kerja kedaruratan dan pemulihan bencana yang sedang berlangsung oleh institusi pemerintahan seperti TNI, Polri, BNPB, BPBA Aceh, Basarnas, Pemda Kab/kota, ormas/OKP, dan segenap masyarakat Aceh,” pungkasnya. (Red)
Bagikan:

Tinggalkan Komentar