By. Dr. Khairuddin, S. Ag., MA
KBBAceh.News | Tapaktuan – Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah yang datang begitu saja. Ia lahir dari peluh, darah, dan air mata para pahlawan serta orang tua kita dahulu. Mereka pernah hidup dalam masa gelap penjajahan, ketika rakyat hanya dipandang sebagai alat, bukan sebagai manusia merdeka. Tekanan, penindasan, dan keterbatasan menjadi teman sehari-hari, namun justru dari keterjepitan itulah lahir keberanian untuk bangkit, menuntut hak, dan merebut kemerdekaan.
Kini, kemerdekaan itu telah diwariskan kepada kita. Namun pertanyaan yang perlu kita renungkan: bagaimana cara kita mengisinya? Apakah kemerdekaan hanya sebatas upacara dan perayaan tahunan, ataukah ia hadir dalam perilaku dan sikap kita setiap hari? Kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan bangsa lain, tetapi juga terbebas dari bentuk-bentuk penjajahan baru: dari keserakahan, ketidakadilan, korupsi, kebodohan, hingga tekanan dari pihak-pihak yang ingin merusak persatuan.
Bung Karno pernah berkata, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” Kata-kata itu menjadi peringatan yang relevan hingga kini. Tantangan kita bukan lagi senjata musuh, melainkan hawa nafsu, egoisme, dan hilangnya rasa tanggung jawab terhadap bangsa.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini menegaskan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya hasil perjuangan masa lalu, melainkan juga buah dari kesadaran kita hari ini. Perubahan, perbaikan, dan pengisian kemerdekaan adalah tanggung jawab kolektif yang lahir dari setiap individu.
Jika dulu para pahlawan bertempur dengan senjata, hari ini kita berjuang dengan kejujuran, kerja keras, ilmu pengetahuan, serta kepedulian sosial. Renungan ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan, melainkan amanah. Dan amanah itu hanya akan berarti bila kita jaga, kita rawat, dan kita isi dengan kebaikan yang nyata. (Red)