Kenapa Lantai Mengeluarkan Air? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Kenapa Lantai Mengeluarkan Air? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya!
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Apakah Anda pernah melihat lantai rumah tiba-tiba basah padahal tidak ada kebocoran yang terlihat? Kondisi ini sering membuat Anda bingung, terutama saat perekat keramik baru dipasang kemarin.

Air yang muncul dari lantai bisa menjadi tanda masalah tersembunyi pada struktur bangunan rumah Anda. Apa saja penyebabnya? Yuk, kenali faktornya agar bisa diatasi dengan tepat!

Penyebab Lantai Keramik Rembes dan Mengeluarkan Air

Masalah lantai yang tiba-tiba basah sering membuat Anda khawatir meski rumah terlihat baik-baik saja. Kondisi ini kerap berkaitan dengan kualitas pemasangan termasuk penggunaan perekat keramik yang kurang tepat.

  1. Nat Keramik Rusak

Jika nat lantai mulai retak Anda perlu segera memperbaikinya sebelum air semakin merembes parah. Celah kecil yang dibiarkan lama dapat menjadi jalur masuk air dari bawah lantai rumah.

  1. Lapisan Waterproofing Tidak Efektif

Lapisan pelindung air yang sudah menurun kualitasnya membuat kelembaban tanah mudah naik ke permukaan. Anda perlu memastikan pondasi memiliki perlindungan kedap air yang masih berfungsi dengan baik.

Tanpa lapisan ini air tanah perlahan menembus pori lantai lalu menimbulkan rembesan mengganggu. Pemeriksaan rutin area fondasi membantu Anda menghindari kerusakan struktural yang lebih serius nantinya.

  1. Kebocoran Pipa

Pipa bocor di bawah lantai sering tidak terlihat namun dampaknya terasa pada permukaan keramik. Air yang terus menetes akan mengumpul lalu mencari celah keluar melalui sambungan ubin.

Anda biasanya menyadari masalah ketika lantai terasa lembap padahal area sekitar tetap kering. Pengecekan instalasi pipa secara berkala membantu mencegah kebocoran tersembunyi yang merugikan penghuni rumah.

  1. Tekanan Air Tanah Tinggi

Saat musim hujan permukaan air tanah meningkat lalu memberikan tekanan kuat pada struktur lantai. Tekanan tersebut mendorong air naik melalui pori kecil yang sebelumnya tidak terlihat oleh Anda.

Kondisi ini umum terjadi pada rumah dengan drainase kurang baik serta tanah lembap. Perbaikan sistem aliran air di sekitar bangunan membantu mengurangi tekanan berlebih dari bawah lantai.

  1. Kesalahan Pemasangan

Pemasangan keramik yang tidak rata menciptakan rongga kosong yang dapat menampung air diam. Rongga tersebut lama kelamaan menjadi sumber lembap yang sulit Anda deteksi sejak awal.

Teknik pemasangan kurang presisi juga membuat permukaan lantai mudah retak serta bergeser perlahan. Menggunakan tenaga ahli berpengalaman membantu Anda memperoleh hasil pemasangan lebih rapi dan tahan lama.

Cara Mengatasi Keramik Rembes Air

Masalah keramik rembes sering membuat Anda merasa tidak nyaman meski kerusakan terlihat sepele. Penanganan tepat termasuk pemilihan perekat keramik membantu mencegah air muncul kembali dari permukaan lantai.

  1. Periksa Nat Keramik

Periksa setiap celah nat keramik karena retakan kecil sering menjadi jalur rembesan air. Anda dapat mengikis nat lama yang rapuh lalu membersihkan sela keramik secara menyeluruh.

Gunakan nat baru berbahan epoxy atau semen khusus agar lebih tahan terhadap kelembaban tinggi. Perawatan rutin nat lantai membantu menjaga permukaan tetap kering serta tampilan lebih rapi.

  1. Perbaiki Lapisan Waterproofing

Lapisan pelindung air perlu diperbarui jika permukaan lantai mulai terasa lembap berkepanjangan di rumah. Anda bisa mengoleskan cairan waterproofing berbahan semen fleksibel pada seluruh area keramik dan nat.

Fokuskan aplikasi pada sudut pertemuan lantai dan dinding karena titik tersebut sering terlewat. Langkah ini membantu mencegah air meresap kembali tanpa perlu membongkar seluruh susunan keramik.

  1. Atasi Masalah Pipa dan Drainase

Periksa saluran pembuangan untuk memastikan tidak ada penyumbatan yang menyebabkan air menggenang lama. Anda juga perlu mengecek kemungkinan kebocoran pipa tersembunyi di bawah lantai area basah rumah.

Kemiringan lantai yang tepat membantu aliran air langsung menuju floor drain secara optimal. Perbaikan drainase sederhana sering memberikan hasil signifikan dalam mengurangi risiko rembesan keramik berulang.

  1. Tinggikan Lantai

Jika rembesan tergolong parah Anda dapat mempertimbangkan peninggian permukaan lantai secara bertahap bertahap. Metode ini biasanya dilakukan dengan menambahkan lapisan semen instan serta waterproofing baru berkualitas.

Peninggian lantai membantu mengurangi tekanan air tanah yang naik melalui pori bangunan lama. Langkah ini cocok diterapkan pada area kamar mandi atau balkon dengan kelembaban sangat tinggi.

  1. Gunakan Produk Perekat Berkualitas

Pemilihan bahan perekat yang tepat membantu keramik menempel kuat serta mengurangi risiko rongga tersembunyi. Anda sebaiknya memilih produk berkualitas dengan daya rekat tinggi dan ketahanan air lebih baik.

Perekat yang tepat membuat susunan keramik lebih stabil sehingga tidak mudah bergeser atau retak. Investasi pada material berkualitas membantu Anda menghindari biaya perbaikan berulang di kemudian hari.

Cegah Lantai dari Rembesan Air dengan Mengandalkan Produk Sika!

Segera atasi lantai dengan cegah dari rembesan air menggunakan produk perekat keramik Sika dengan menawarkan kualitas tinggi. Produk ini diformulasikan agar tahan air sehingga bisa mengurangi risiko kerusakan akibat rembesan air.

Sika dikenal luas lewat pada beragam proyek properti dan infrastruktur selama 114 tahun, termasuk MRT Indonesia serta M-Town Residences di Tangerang. Keunggulan teknologi yang dikembangkan membuat Sika kerap dijadikan acuan dalam menjaga mutu bangunan.

SikaCeram®-255 Big Slab dirancang memiliki elastisitas optimal sehingga membantu menahan pergerakan ubin berukuran besar setelah terpasang. Produk ini memudahkan pemasangan keramik jumbo agar lebih terkendali dan hasil akhirnya terlihat rapi.

SikaCeram®-200 TA TileFix menghadirkan kemampuan lekat ekstra yang sesuai untuk keramik besar di area dengan tingkat kelembapan tinggi. Penggunaannya praktis tanpa tahapan rumit sehingga pekerjaan instalasi dapat diselesaikan lebih singkat.

SikaCeram®-180 TileFix menjadi opsi tepat untuk granit, dinding, maupun ruang lembap yang tidak tergenang air. Komposisinya membentuk ikatan kuat dan stabil sehingga proses pemasangan terasa lebih cepat namun tetap kokoh.

SikaCeram®-150 CA TileFix diformulasikan khusus bagi lantai serta ruangan kering dengan daya tempel yang tahan lama. Cukup dicampur air untuk menghasilkan adonan yang mudah diratakan dan mendukung aktivitas pemasangan sehari-hari.

Rangkaian SikaCeram membantu menjaga tampilan dapur tetap bersih, tertata, dan nyaman dipandang dalam jangka panjang. Temukan SikaCeram Series hanya di Sika Official Store untuk menemukan solusi pemasangan keramik yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar