Tapaktuan, KBBACEH.news – Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Safril S.Sos menyatakan, butuh anggaran besar untuk penanganan jalan layang (sebelumnya tertulis anjungan-Red) menuju ODTW Tapak Tuan Tapa yang sudah sudah rusak dihantam gelombang pasang beberapa waktu lalu.
“Sistem kerjanya harus dilakukan pembongkaran total sampai ke pondasi dasar karena berdasarkan temuan dari Kejaksaan, ada kegagalan struktur pada pondasi sumurannya,” kata Safril kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (2/8/2021) malam.
Ia menyebut, setelah di lakukan survey dan kajian – kajian secara mendalam oleh tim teknis. Maka untuk membuat bangunan baru di areal tersebut harus menggunakan pondasi tiang pancang.
“Juga melakukan uji boring untuk mendapatkan berapa kedalaman minimal yang di butuhkan oleh tiang pancang tersebut,” ujarnya.
Sedangkan, lanjutnya, metode untuk pemasangan tiang pancang diperlukan mengingat kondisinya berada di tebing dan tidak ada jalan masuk melalui darat dan mobilisasi alat berat serta material lainnya harus menggunakan kapal Ponton melalui jalur laut.
Diperkirakan kebutuhan biaya guna memobilisasi material dan pemasangan tiang pancang dan lain – lain sebesar Rp. 15 miliar, sudah termasuk konstruksi bangunannya.
“Jadi pengeluaran biasa sebesar ini tentu tidak sebanding dengan PAD yang diperoleh yang semata – mata mengharapkan kunjungan wisatawan lokal,” jelasnya.
Menurut dia, nominasi Ajang Anugerah Pesona Indinesia tidak termasuk jalan layang menuju ODTW Tapak, namun yang masuk nominasi adalah Anjungan Tapak Tuan Tapa.
“Bangunannya terletak di atas Gunung Lampu dari atasnya disamping dapat menikmati pesona samudera hindia disekelilingnya, kita juga dapat melihat langsung Objek Wisata Tapak Tuan Tapa,” pungkasnya. (IS/Red)