Tapaktuan, KBBAceh.news – Memasuki hari ke 18 puasa Ramdhan tahun 1446 H, namun suasana dan situasi pasar Swalayan Tapaktuan masih terlihat sangat sepi, alias tidak ada pembeli.
Pantauan media kbbaceh.news di lokasi Pasar Swalayan Tapaktuan pada Selasa 18/03/2024, hampir satu jam kami mengelilingi pasar swalayan Tapaktuan tersebut dari lantai bawah sampai ke lantai atas, memang sangat sepi, bahkan sangat memprihatinkan. Seperti halnya suasana di lantai atas bahkan sama sekali tidak ada pengunjung satu orang pun yang berbelanja, kecuali pedagang da pemilik lapak yang ada di lantai atas.

Salah seorang pedagang kain Cut Mardiana dan Bilkisti ketika dikonfirmasi mengatakan “sudah lewat setengah bulan Ramadhan kita lalui, namun keadaan masih sangat sepi, sedangkan modal usaha sudah kami keluarkan puluhan juta untuk modal di bulan puasa ini, dengan harapan bisa kembali modal, dan mendapatkan laba dari keuntungan jualan,namun melihat situasi sepi seperti ini, jangankan dapat untung, modal aja belum tentu kembali”, ujar Cut Mardiana dengan nada sedih.
Disinggung tentang hara sewa lapak jualan para pedagang membenarkan kalau terkadang mereka sering menunggak pembayaran sewa. “itu bukan karena unsur kesengajaan kami, tapi karena memang situasi pasar yang sangat sepi, dan sebagai pedagang yang menggunakan bangunan pemerintah tentu kami wajib membayar nya, tapi tolong beri kami kelonggaran”, pungkas Bilkisti.

Ditempat yang sama Hendri dan Salman yang merupakan pedagang senior mereka berjualan sejak bangunan itu dibuat sekitar 25 tahun lalu, mereka sangat mengeluhkan dengan kondisi pintu tempat los atau lapak dagang yang sudah sangat sangat tidak layak pakai, karena sudah banyak yang rusak.
Bahkan mereka pernah menyampaikan kepada pemerintah melalui pengutip pajak dari kantor DISPERINDAG KOP, Aceh Selatan, mereka bersedia mengeluarkan biaya untuk perbaikan pintu dengan syarat potong pajak, tapi kata petugas tidak bisa.
“Harapan kami kepada Bupati dan wakil Bupati Aceh Selatan yang baru ini, kiranya bisa mendengarkan keluhan kami para pedagang kecil ini, tentang banyak nya pintu pintu yang rusak, sedangkan barang barang yang ada didalam toko tersebut modal hidup kami yang mencapai Puluhan juta bahkan ada yang Ratusan juta”, ungkap Hendri kepada awak media.
“Kondisi pintu sekarang ini sudah sangat parah, bahkan demi keamanan harta kami, terpaksa pintu pintu itu kami ikat mengunakan tali, namun tidak bisa menjamin keselamatan barang barang kami yang ada di dalam”, tutup Hendri. (Red)