KBBAceh.News | Banda Aceh – Tulisan ini disusun sebagai motivasi kepada teman-teman kepala KUA dan para penghulu yang tengah menjalankan tugas penting serta akan terus berjuang sebagai penjaga syari’at di negeri tercinta ini.
Saudaraku….
Kita bekerja bukan hanya mengurus berkas, bukan hanya menginput data, dan bukan hanya mengatur jadwal pernikahan. Kita bukan sekadar pelayan administrasi. Kita adalah penjaga sakralnya sebuah perjalanan suci bernama keluarga.
Di tangan kita, akad yang menghalalkan perbaikan kehidupan dimulai.
Di tangan kita, generasi bangsa ditata arah masa depannya.
Di tangan kita, ketenteraman negeri dipupuk dari sumber terdalam: rumah tangga.
Allah berfirman: “Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah diciptakannya pasangan-pasangan untukmu, agar kamu mendapatkan ketenangan.” (QS. Ar-Rum: 21)
Ayat ini bukan hanya untuk umat…
Ini adalah amanah untuk kita yang menjaganya.
Saya tahu, ada hari ketika lelah terasa jauh lebih nyata daripada semangat.
Ada saat ketika pelayanan digital terasa menjadi beban baru, bukan solusi.
Ada momen ketika apresiasi yang kita tunggu tak juga datang.
Tetapi ingatlah satu hal:
Kita tidak bekerja mencari kebahagiaan. Kita bekerja membawa kebahagiaan untuk orang lain — dan di sanalah Allah titipkan kebahagiaan kita.
Setiap pasangan yang tersenyum setelah pelayanan kita — itu pahala.
Setiap akad yang tercatat sah dan tertib — itu ladang amal.
Setiap keluarga sakinah yang tumbuh di negeri ini — itulah legacy kita.
Mari kita tegakkan kembali niat suci kita:
Mengapa kita di sini?
Karena kita ingin memastikan bahwa setiap pernikahan dimulai dengan ridha Allah,
bukan hanya tercatat dalam sistem, tapi ditanam dalam hati.
Karena kita percaya bahwa keluarga sakinah adalah benteng peradaban, dan kita diberi kehormatan untuk menjaga pintu masuknya.
Maka mari kita kuatkan budaya kerja kita:
Profesionalisme sebagai ibadah, Pelayanan sebagai amanah, Digitalisasi sebagai ikhtiar memudahkan umat dan Kebersamaan sebagai kekuatan
Dan jika suatu hari semangat kita kembali goyah… ingatkan diri kita bahwa Melayani masyarakat adalah bentuk cinta kepada Allah dan negeri, Setiap pasangan yang kita bantu adalah doa yang akan kembali dan Kita bukan sekadar bekerja — kita sedang menenangkan semesta.
Mari bangkit kembali bersama.
Kita adalah KUA.
Kita adalah penjaga sakinah.
Kita adalah pengawal masa depan bangsa.
Bangga Melayani Bangsa. Bahagia Menguatkan Keluarga.
Selamat mengikuti Anugerah Layanan KUA. (By Dr. Khairuddin, S.Ag,. MA)