Tapaktuan, KBBACEH.news – Pemerintah kabupaten Aceh Selatan menetapkan kabupaten tersebut dalam keadaan darurat bencana, hal itu tertuang dalam surat yang diterbitkan oleh bupati Aceh Selatan pada tanggal 7 November yang menyatakan bahwa kabupaten Aceh Selatan dalam siaga bencana.
Berdasarkan surat tersebut terhitung mulai tanggal 5 Sampai 18 November Aceh Selatan dinyatakan dalam keadaan darurat bencana.
Kepala bidang rehabilitasi dan rekonstruksi BPBD Aceh Selatan Yuliadi,ST mengimbau agar masyarakat mewaspadai resiko bencana tersebut.
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi baik dengan pihak kecamatan maupun instansi lainnya di Aceh Selatan untuk terus meminimalisir terjadinya resiko bencana terhadap masyarakat.

“Diharapkan kepada masyarakat tetap waspada siaga dan utamakan keselamatan,” ucapnya saat diwawancarai KBBACEH.news, di Tapaktuan, Rabu (10/11/2021).
Sementara itu aktivitas nelayan di Aceh Selatan masih berjalan seperti biasa, walaupun cuaca belum membaik namun aktivitas tersebut masih dilakukan dengan meningkatkan rasa waspada dan kehati-hatian.
Salah seorang nelayan, Marmaya mengatakan Pihaknya telah mendapatkan informasi tersebut baik di televisi dan media sosial tentang adanya perubahan cuaca di kawasan barat Aceh Selatan.
“Aktivitas nelayan Alhamdulillah tidak ada kendala, namun kami tetap waspada dengan perubahan cuaca ini,” ucapnya.
Menurutnya saat ini nelayan di daerahnya tetap melakukan aktivitas namun dengan penuh kewaspadaan dan memperhatikan kondisi cuaca, sementara itu hasil tangkap semakin menyusut akibat cuaca buruk dan adanya kemunculan ubur-ubur di perairan samudera Hindia.