Tapaktuan, KBBACEHNews,- Jumlah pasien yang menjalani rawat inap di Puskesmas Kluet Utara meningkat pasca lebaran Idul Fitri, hal ini menyebabkan sejumlah ruangan over kapasitas dan sebagian pasien terpaksa menginap walaupun tidak mendapatkan fasilitas yang memadai.
Kepala Puskesmas Kluet Utara, Hafsah menjelaskan, peningkatan pasien rawat inap tersebut diantaranya mengalami gangguan pencernaan dan demam yang berasal dari berbagai gampong di kawasan Kluet Raya.
“Ya ada peningkatan jumlah pasien, sehingga semalam (Rabu 19/5/2021) para pasien terpaksa dirawat inapkan sampai delapan orang dalam satu ruang,” ujarnya kepada KBBAcehNews Kamis (20/5/2021) malam.
Ia menjelaskan, seharusnya di puskesmas Kluet Utara dalam satu ruangan hanya menampung lima pasien, namun karena banyaknya pasien yang masuk sehingga mau tidak mau pasien terpaksa dirawat tanpa mendapatkan ranjang perawatan.
“Satu ruangan kami inapkan enam hingga delapan pasien, sementara kapasitas ranjang perawatan kita satu ruangan lima orang,” jelasnya.
Ia melanjutkan, para pasien yang melebihi kapasitas ini sudah disarankan untuk berobat di puskesmas rawat inap lainnya di kawasan Kluet Raya, namun keluarga menolak dan memilih dirawat di Puskesmas Kluet Utara bahkan bersedia membawa sendiri kasur untuk keluarganya yang dirawat.
Hafsah mengatakan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait hal tersebut dan telah ditanggapi dengan pengiriman ranjang perawatan tambahan dari dinas kesehatan.
Sementara itu, Plt Kadiskes Aceh Selatan, Novi Rosmita SKM, M.Kes mengatakan seharusnya masyarakat juga mau saat diarahkan petugas agar dirawat di puskesmas lain, agar mendapatkan pelayanan yang maksimal.
“Itukan dirujuk secara Horizontal (antar puskesmas) bukan saja secara vertikal (puskesmas ke RSUD) mengingat keterbatasan fasilitas yang ada, karena secara standar kita sudah ditentukan oleh kementerian kesehatan dan BPJS kesehatan untuk kapasitas TT (tempat tidur) dalam satu ruang,” harapnya.
Ia menyebutkan, tahun lalu Puskesmas Kluet Utara juga sudah mengalami penambahan fasilitas tempat tidur namun karena kondisi sekarang memang angka kesakitan meningkat.
” Pasien susah sekali kita rujuk ke Rumah Sakit karena takut di diagnosa Covid dan kita rujuk ke Puskesmas lain juga tidak mau mereka lebih memilih dirawat dengan fasillitas yang tidak memadai, walaupun dokter dan kapus sudah menjelaskan kondisi puskesmas,” tandasnya.