Sampah Menumpuk di Depan Ruang Produksi, Dapur MBG di Aceh Selatan Dinilai Kurang Layak

Sampah Menumpuk di Depan Ruang Produksi, Dapur MBG di Aceh Selatan Dinilai Kurang Layak
Tumpukan sampah tampak menumpuk di depan ruang produksi MBG.  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | Aceh Selatan– Polemik pelaksanaan program Menu Bergizi (MBG) di Aceh Selatan kembali mencuat. Kali ini sorotan publik mengarah pada kondisi dapur produksi milik Yayasan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Permata Harapan Madani, yang dinilai belum memenuhi standar kebersihan dan sanitasi sebagaimana mestinya.

Berdasarkan pantauan lapangan, area ruang produksi dan ruang “packing” terlihat minim fasilitas kebersihan dan ventilasi. Lantai dan meja kerja tampak sederhana, sementara di bagian luar Gedung yang berlokasi di Desa Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara terlihat tumpukan sampah organik dan anorganik berserakan di dekat pintu masuk dapur.

Beberapa pekerja tampak melakukan aktivitas mencucui omprengan di tengah kondisi tersebut, sementara sejumlah keranjang bambu berisi sisa bahan makanan menumpuk di sisi halaman depan. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran publik terhadap kualitas dan higienitas makanan yang akan disalurkan kepada anak-anak penerima manfaat MBG.
Sumber internal Bersuarakita yang melihat sejumlah foto dapur MBG itu menilai kondisi tersebut jauh dari kata ideal.

“Kalau begini, jelas kurang layak. Dapur untuk program nasional semestinya dikelola lebih tertutup, higienis, dan memenuhi standar keamanan pangan. Ini terlihat terlalu terbuka, bahkan sampahnya tampak menumpuk di depan area produksi,” ungkap sumber internal yang enggan disebut namanya, Kamis (16/10/2025).

Yayasan Permata Harapan Madani sebelumnya telah menyatakan bahwa dapur tersebut berfungsi sebagai tempat penyajian sementara dan masih dalam proses penataan ulang.

“Kami akui memang masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki, termasuk area packing dan pengelolaan sampah. Tapi setiap hari sampah dibersihkan sore hari,” ujar perwakilan yayasan, Muhammad Fakhrawi,
Meski demikian, temuan di lapangan memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah di area dapur MBG masih belum optimal, dengan jarak pembuangan yang cukup dekat dari area pengolahan makanan. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar