Secara Swadaya,  Masyarakat  Panton Luas Bangun Rumah Anak Yatim 

Secara Swadaya,  Masyarakat  Panton Luas Bangun Rumah Anak Yatim 
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Masyarakat Gampong Panton Luas, Kec. Sawang, Kab. Aceh Selatan, membangun rumah untuk anak yatim yang menempati rumah tak layak huni. 

Rumah permanen dua lantai dengan ukuran 4 X 6 yang dibangun tidak jauh dari lokasi rumah tak layak huni ditempati lima anak yatim beserta ibunya, Ruslaina Maituti (45) tersebut, dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat Gampong Panton Luas. 

Cikal bakal timbulnya ide pembangunan rumah permanen untuk anak yatim tersebut berdasarkan hasil kesepakatan perangkat Gampong Panton Luas, karena prihatin melihat kondisi rumah tak layak huni  yang ditempati lima  anak yatim beserta ibunya itu. 

Ketua Pemuda Gampong Panton Luas, Teuku Mahlil Akbar ketika ditemui Tim  KBBACEH.news di lokasi, Senin (17/10/2022) mengatakan,  rumah anak yatim dibangun atas sumbangan  para donatur, dan masyarakat Gampong Panton Luas. 

“Alhamdulillah, atas sumbangan para donatur, pembangunan rumah anak yatim sudah mencapai 70 persen dikerjakan secara gotong royong oleh pemuda Dusun Alue Bahagia, Gampong Panton Luas,” ucapnya. 

Ia menyebut awal – awal  pembangunan rumah anak yatim disambut antusias oleh masyarakat. Baik  sumbangan dari masyarakat dalam Kec. Sawang maupun dari luar Kec. Sawang. 

“Ada yang  menyumbang bahan – bahan bangunan seperti semen, paku, kayu, seng dan bahan bangunan lainnya,” ujarnya.  

Untuk saat ini, sambungnya, anak yatim masih menempati rumah lama,  belum dipindahkan ke rumah baru karena masih tahap perampungan. 

“Sebelumnya pemuda merasa trenyuh dan prihatin melihat kondisi rumah yang ditempati anak yatim. Hingga tergerak hati pemuda untuk membangun rumah layak huni dengan hasil sumbangan masyarakat dan para donatur,” tuturnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Panton Luas, Syamsuir mengharapkan kepada instansi pemerintah maupun  para donatur agar  membantu kelanjutan pembangunan rumah anak yatim yang telah dirintis oleh masyarakat bersama pemuda. 

“Proses pembangunannya berhubung kami tidak ada dana, kami sangat mengharapkan bantuan dari instansi pemerintah maupun para donatur untuk membantu, karena yang dikerjakan ini merupakan swadaya masyarakat beserta pemuda,” tutupnya. (IS/Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar