Seorang Petani di Aceh Selatan Diserang Harimau

Seorang Petani di Aceh Selatan Diserang Harimau
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Seorang petani, warga Gampong Seulekat, Kecamatan Bakongan Timur, Aceh Selatan, Muhajir Hus (43), diserang harimau, saat memetik cabai di kebun miliknya, Sabtu (21/5/2022).

Akibat serangan hewan dilindungi tersebut, betis kanan korban mengalami luka serius diterkam saat menyelamatkan diri dengan memanjat pohon kemiri. Saat ini, korban sedang dirawat di BLUD dr. Yuliddin Away Tapaktuan.

Jeri Rahmat yang ikut mengevakuasi dan mendampingi korban di BLUD RSUD YA Tapaktuan kepada wartawan mengatakan, kejadian korban diterkam harimau sekitar pukul 10.30 WIB.

“Korban berangkat ke gunung bersama Mahisan, abang kandungnya. Lokasi kebun korban dengan abang kandungnya  terpisah jauh,” sebutnya.

Ia menuturkan, korban Muhajir Hus sedang memetik cabai, tiba-tiba muncul seekor harimau dari arah samping.

“Berdasarkan keterangan korban, saat itu ia tidak panik dan meneruskan pekerjaannya. Namun, ia melihat harimau naik ke atas batu bersiap – siap hendak menerkam,” ungkapnya.

Melihat gelagat tidak baik tersebut, korban lalu menuju pohon kemiri dan memanjatnya untuk menyelamatkan diri. Namun, saat memanjat pohon kemiri, harimau menerkam tepat di bagian kedua kakinya.

“Bekas cakaran harimau masih terlihat di pohon kemiri saat kami mengevakuasi korban yang masih berada di atas pohon. Saat mengevakuasi korban, harimau tidak terlihat lagi di lokasi,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian serangan harimau di kawasan pegunungan Gampong Seulekat itu merupakan kejadian kedua kalinya dikawasan yang sama.

“Ini merupakan kejadian yang kedua kalinya di kawasan yang sama. Sebelumnya, belum lama ini seorang petani juga diserang harimau di kawasan yang sama,” ucapnya.

Oleh sebab itu sambungnya, masyarakat di Gampong Seulekat meminta kepada pihak BKSDA agar segera mencari solusi untuk menghindari komplik antara manusia dengan hewan dilindungi tersebut.

“Kami berharap BKSDA harus segera mengatasi masalah ini. Jangan sampai masyarakat memilih caranya sendiri untuk mengakhiri serangan harimau tersebut,” pungkasnya. (IS/Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar