By Dr. Khairuddin, S.Ag,. MA
KBBAceh.News | Tapaktuan – Saya ingin menyampaikan permintaan maaf sebelumnya karena tulisan ini dibuat setelah mengamati fenomena di sekitar kita, di mana sebuah kejadian luar biasa terjadi ketika pekerjaan orang lain harus segera dilaporkan agar seseorang dapat menunjukkan bahwa dirinya telah melakukan sesuatu.
Ungkapan yang sering kita saksikan seperti “Bos, saya sudah laporkan ya… sebelum yang lain mendahului.”
Bermula dari kata diatas, Ada satu spesies unik di kantor manapun namanya “Si Cepat Info”. Beliau bukan hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tapi juga cepat menghitung kemungkinan bahwa orang lain akan keburu menyampaikan lebih dulu. Bukan main. Kecepatan lidahnya mengalahkan Google—belum tanya, sudah menjawab.
Sering sekali Dialog Khas dimana saja terjadi kira kira seperti atau semisalnya :
A: “Eh, kamu dengar gak, si Fulan udah duluan ngadu ke atasan soal progres tim kemarin.”
B: “Lho, bukannya yang ngerjain kamu?”
A: “Iya, tapi dia yang duluan info. Katanya, dia ‘koordinasi’. Padahal aku yang jempolnya sampai kapalan nginput data.”
C (nyengir): “Koordinasi versi dia itu: ‘Laporkan dulu, kerjaan belakangan’.”
Laporan itu bentuk pertanggungjawaban. Tapi kalau “melapor biar dipuji duluan, padahal bukan kerjaan dia,” itu beda: itu mah “mengadu dibumbui ambisi”. Kadang bukan hanya melaporkan yang dikerjakan, tapi juga melaporkan yang tidak dikerjakan orang lain, demi terlihat paling berkontribusi.
Luar biasa. Beliau lebih cepat dari CCTV. Bahkan kadang atasan pun belum sadar ada masalah, beliau sudah punya narasi lengkap plus footnote-nya.
Di dunia kerja, ada dua tipe orang yang sering muncul saat deadline atau saat atasan lewat:
1. Tipe “Bekerja dengan Tenang”
Mereka ini seperti WiFi stabil — tak terlihat tapi terasa dampaknya. Gak banyak cerita, tapi kerjaan kelar.
2. Tipe “Bersuara Sebelum Bekerja”
Ini mirip alarm palsu — bunyi terus, tapi gak ada kebakaran. Mereka takut kontribusinya tak terlihat, padahal ya… memang belum ada yang bisa dilihat.
Wahai engkau yang getol sekali mengabarkan..Kami tahu kamu punya mulut cepat…Kami juga tahu kamu punya jemari aktif menghitung siapa yang belum kerja.
Tapi apakah kamu juga punya jiwa sportif untuk bilang: “Saya cuma bantu bagian kecil, yang kerjakan tim saya.”?
Kalau iya, kamu pahlawan.
Kalau belum… ya, semoga Allah ampuni ambisimu yang kelewat aktif sebelum kerja benar-benar kolektif.
Dalam dunia kerja, yang diam kadang bukan tidak berbuat, tapi sedang menjaga adab.
Dan yang ribut, belum tentu bekerja—kadang sedang merebut
Kalau kamu merasa perlu cepat melapor sebelum yang lain…Coba tanya dulu ke hati kecilmu: “Ini laporan kerja, atau laporan ego yang butuh pengakuan?”
Dan ingat:
Sampaikanlah kebenaran dengan jujur, bukan dengan tergesa dan penuh strategi ‘tampil duluan’.
Karena yang bersinar karena lampu sorot, akan padam saat saklar dimatikan.
Tapi yang bersinar karena kontribusi nyata, akan dikenang meski tanpa panggung. (Red)