Tapaktuan, KBBACEHNews,- Tim Tanggap Bencana Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan yang beranggota Tenaga Profesional (TP) Baitul Mal Aceh Selatan meninjau lokasi terjadinya abrasi sungai Kluet Utara, di gampong Kedai Padang, Kamis (21/5/2021).
Ketua Tim Tanggap Bencana Baitul Mal Aceh Selatan, Firdaus mengatakan, Baitul Mal Aceh Selatan menerjunkan tim tanggap bencana ke lokasi untuk melakukan observasi dan validasi data langsung di lokasi bencana abrasi sungai Kluet tersebut.
“Dari penjelasan keuchik gampong Kedai Padang musibah seperti ini kerap sekali terjadi awal mula pada tahun 2017, 2020 dan pertengahan 2021yang mana korban bencana abrasi tahun 2020 kala itu tidak tersentuh bantuan sama sekali dan tahun 2021 kembali musibah itu datang bersambung dan mengakibatkan tempat tinggal mereka disapu oleh derasnya alir sungai Kluet tersebut,” ucapnya.
Ia melanjutkan, keuchik Kedai Padang sangat berharap kepada pemerintah kabupaten dan provinsi untuk dapat segera merealisasikan pembangunan tanggul penahan tebing untuk supaya tidak terjadi abrasi sungai untuk tahun tahun selanjutnya karena kondisi abrasi sungai semakin dekat dengan perumahan warga lainnya dan kantor serta sarana prasarana gampong tersebut.
“Selain itu pak keuchik sangat berharap kepada pihak baitul mal kabupaten Aceh Selatan sudi kiranya memberikan bantuan tanggap bencana kepada para korban abrasi sungai tersebut agar mereka bisa kembali membangun rumah masing-masing,” ucapnya.
Firdaus menjelaskan bahwa dirinya sudah dihubungi oleh pihak baitul mal provinsi Aceh untuk segera melalukan pendataan dan verifikasi data yang valid guna tercapainya penyaluran bantuan yang bersumber dari baitul mal provinsi Aceh tepat pada sasarannya dan dapat meringankan beban korban abrasi sungai Kluet tersebut.
Dalam kesempatan itu Firdaus juga mengingatkan kepada para korban abrasi sungai dan seluruh masyarakat Aceh Selatan agar tidak mempercayai calo /agent proposal dalam hal pengurusan bantuan di baitul mal Aceh dan baitul mal kabupaten Aceh Selatan.
“Apalagi para calo tersebut membawa bawa nama amil atau tenaga profesional baitul mal Aceh Selatan, maka kami ingatkan kepada seluruh masyarakat Aceh Selatan jangan percaya calo/agent proposal bila kedapatan segera ditindak lanjuti oleh pihak yang berwajib,” tutupnya.
Adapun para tenaga profesional yang hadir adalah Firdaus selaku ketua tim rombongan, Syarfi Marsiah (TP), Nodia Handayani (TP), Maunaliza (TP) Zulzila staf sekretariat baitul mal Aceh Selatan dan turut didampingi pihak kecamatan atas nama Salmiwadi,SE.