Banda Aceh, KBBACEH.news – Ketua Harian Front Pembela Tanah Air (PeTA) Aceh Teuku Sukandi menyatakan terkait penolakan Pejabat (Pj) Bupati Nagan Raya dari perempuan, pendapat boleh – boleh saja tetapi jangan sampai mengarah ke Ras dan jenis kelamin.
Hal itu diungkapkannya mencermati berita yang dimuat di sejumlah media online belum lama ini. Menurutnya, pendapat Ketua Solidaritas Generasi Aceh Perubahan (SIGAP) Menolak PJ Perempuan di Nagan Raya, boleh-boleh saja bila Itu sekedar aspirasi yang disampaikan Lembaga SIGAP.
“Akan tetapi bila pendapat itu sudah mengarah kepada Ras dan jenis kelamin tentang laki-laki atau perempuan maka pendapat ini bukan sekedar diskriminatif tapi pendapat ini telah berubah sifatnya menjadi tuduhan yang dapat dikatagorikan dengan rasis,” sebut Teuku Sukandi dalam relissnya yang diterima wartawan di Banda Aceh, Selasa (4/10/2022).
Disebutkannya lagi, ia bukan putra Nagan Raya tetapi ia prihatin dengan Lembaga – Lembaga apa saja bila Lembaga itu dibawa oleh para oknum pengurusnya kearah kepentingan pribadi dan patut diduga Lembaga SIGAP ini telah disetir dan digiring kearah kepentingan politik tertentu.
“Tentu secara demokrasi kita boleh-boleh saja menyalurkan aspirasi kita pada siapapun dan kita boleh juga berpihak secara politik pada siapapun tetapi janganlah kita membuat penilaian yang diskriminatif antara perempuan dan laki-laki,” ucapnya.
Menurut mantan politisi PDIP tersebut, Lembaga SIGAP juga membuat alasan yang tidak dapat diterima akal sehat dan pikiran waras, justru terkesan alasannya mengada-ngada, seperti seakan-akan kalau PJ Perempuan akan ada perpecahan dalam masyarakat demikian juga bila PJ perempuan Ulama tidak dapat menerimanya.
Kalimat – kalimat yang membawa-bawa nama Ulama dan Masyarakat ini adalah sangat provokatif yang dapat melahirkan kebencian dan perpecahan sesama masyarakat di Nagan Raya.
“Terlepas dari siapapun akan menjadi PJ Bupati di Nagan Raya tidak peduli apakah perempuan atau laki – laki maka janganlah kita itu bicara asal bunyi karena asbun itu hanya keluar dari pikiran sempit dan picik seseorang semata- mata karena benci, iri dan dengki,” tandasnya. (Rill/Red).