Tunggakan Pelanggan Membengkak, Teuku Sukandi : PDAM Butuh Direktur Baru yang Cakap dan Visioner

Tunggakan Pelanggan Membengkak, Teuku Sukandi : PDAM Butuh Direktur Baru yang Cakap dan Visioner
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Koordinator Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS) Teuku Sukandi menyatakan, PDAM Tirta Naga Tapaktuan butuh direktur yang bukan saja cakap tetapi mesti memiliki  kemampuan managerial yang handal untuk mengelola perusahaan milik pemerintah daerah itu dengan baik.

“Soalnya sebagai mantan Ketua Dewan  Pengawas (Dewas), saya sangat paham tentang PDAM Tirta Naga Tapaktuan dengan segala persoalannya,” kata Teuku Sukandi kepada wartawan di Tapaktuan, Jum’at (1/7/2022) malam. 

Ia menyebutkan, pelanggan PDAM Tirta Naga Tapaktuan sampai pada hari ini berjumlah  3.553,  dengan  pendapatan /bulan mencapai lebih kurang R. 200 Juta. 

Sedangkan jumlah Pegawai PDAM 29 orang dengan  gaji yang dibayarkan setiap bulan Rp. 82.745.004,- di tambah 3 Dewas dengan gaji Rp. 7. 900. 000.

“Ketua Dewas di gaji Rp. 3.000.000, Sekretaris Rp. 2.650.000 dan Bendahara 2.250 000/bulan  dan Gaji Direktur 12.000.000/bulan plus tunjangan yang di sesuaikan,” ungkapnya. 

Namun lanjutnya, permasalahan yang di hadapi PDAM Tirta Naga  Tapaktuan sampai hari ini adalah yakni, total tunggakan rekening tidak tertagih dari pelanggan Rp. 806.863.780. 

Dengan rincian tercatat, (1). Kec. Tapaktuan Rp. 387.305.250. (2). Kec. Pasie Raja  dan Kota Fajar  Rp. 325.449.675. (3).  Kec. Sawang  Rp. 52.853.860. (4). Kec. Samadua  Rp. 41.254. 995. 

Penyebab tagihan tidak dibayar pelanggan dikarenakan pelayanan PDAM  sangat buruk, diantaranya dimusim hujan,  air yang diterima pelanggan kumuh dan keruh sebaliknya dimusim kemarau debit air yang diterima pelanggan sangat sedikit. 

“Maka itu, saya sarankan kepada Pemkab Aceh Selatan harus segera membenahi perusahaan dengan memperbaiki jaringan dan instalasi PDAM,” ujarnya. 

Seperti kebutuhan mesin, REVERSE OSMOSIS (RO) alat atau mesin yang dapat menyaring atau memurnikan air yang keruh menjadi Jernih dan Steril serta dapat menyingkirkan kontaminasi Ion, Molekul dan partikel dengan sistiem membran (Filter) dan sampai hari ini PDAM tidak memilikinya.

Selain itu, PDAM sangat butuh Direktur yang inovatif untuk membenahi Perusahaan Daerah ini yang bukan sekedar memenuhi kebutuhan hajat hidup masyarakat dalam penyediaan Air minum yang sifatnya sosial orientit.

“Tetapi Perusahaan Daerah ini juga mesti dapat dikelola dengan bisnis orientit sehingga dapat berkonstribusi untuk daerah. Namun gambaran umum hari ini PDAM Tirta Naga Tapaktuan bagaikan kerakap tumbuh di batu, hidup enggan mati tak mau,” pungkasnya. (IS/Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar