๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ ๐—Ÿ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ด-๐—Ÿ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ด ๐—ž๐—ฒ๐—ต๐—ถ๐—ฑ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐—ป: ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐—ฎ๐—ต ๐—ฅ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป

๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ ๐—Ÿ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ด-๐—Ÿ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ด ๐—ž๐—ฒ๐—ต๐—ถ๐—ฑ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐—ป: ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐—ฎ๐—ต ๐—ฅ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

By. Dr. Khairuddin MA

Tapaktuan, KBBAceh.news – Kehidupan ini ibarat lorong yang panjang. Ada yang terang benderang, ada yang sempit dan gelap, ada yang berliku-liku penuh rintangan. Setiap manusia yang melangkah di lorong ini membawa beban masing-masing. Ada yang berjalan dengan langkah ringan, ada yang tertatih-tatih dengan deraian air mata.

Sebagian orang merasa siap menapaki lorong ini, tetapi ketika ujian menghantam, kesiapannya runtuh oleh ketidaksabaran. Sebagian lainnya memiliki tekad, tetapi tak cukup sabar untuk menahan sakitnya perjalanan. Namun, ada jiwa-jiwa yang bukan hanya siap, tetapi juga sabar. Mereka adalah orang-orang yang tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh di tengah badai.

Ada kalanya kita merasa tersesat dalam lorong kehidupan yang gelap. Doa terasa hampa, usaha terasa sia-sia, dan harapan seakan menjauh. Pada saat itu, hati mulai bertanya, “Ya Allah, mengapa Engkau uji aku seberat ini?”

Tetapi pernahkah kita berpikir bahwa dalam kegelapan itulah kita belajar melihat cahaya? Bahwa dalam kesempitan itulah kita belajar betapa luasnya rahmat Allah? Bahwa dalam kesedihan itulah kita menemukan makna sejati kehidupan? Allah berfirman: “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, โ€˜Kami telah beriman,โ€™ dan mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut: 2)

Ujian itu bukan tanda Allah membenci, tetapi tanda kasih sayang-Nya. Karena Allah tidak akan menguji di luar batas kemampuan hamba-Nya. Jika kita diberi ujian yang berat, itu artinya Allah tahu kita kuat.

Dalam perjalanan hidup, hanya siap saja tidak cukup. Karena siap tanpa sabar akan mudah tumbang. Sebaliknya, sabar tanpa kesiapan juga tak akan bertahan lama. Keduanya harus berjalan beriringan.

Sabar bukan sekadar diam menahan derita, tetapi bergerak maju meski hati terluka. Sabar bukan berarti menyerah, tetapi bertahan dalam ketaatan meski godaan begitu kuat. Sabar adalah ketika kita terus berjalan di lorong kehidupan ini dengan keyakinan bahwa setiap langkah yang kita ambil akan bermuara pada kebaikan.

Saat beban hidup terasa berat, jangan pernah merasa sendiri. Allah selalu ada, lebih dekat dari urat nadi. Dia Maha Mendengar keluh kesah, Maha Mengetahui air mata yang jatuh dalam diam.

Jangan biarkan kelelahan membuatmu berhenti. Jangan biarkan kesedihan membuatmu putus asa. Jika hari ini terasa berat, yakinlah esok akan lebih baik. Karena Allah telah menjanjikan: “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)

Maka, teruslah berjalan. Tak peduli seberapa gelap lorong yang kau lalui, karena di ujungnya, ada cahaya yang menanti. Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bersabar dan bertawakal kepada-Nya.

Semoga hati kita selalu kuat, kaki kita selalu teguh, dan jiwa kita selalu tenang dalam setiap lorong kehidupan yang kita jalani. Amin. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar