Mana Tangung Jawab PT Agro Sinergi Nusantara, “Puluhan Tahun Jalan Gampong Seuneubok Pusaka Trumon Timur dibiarkan Rusak Parah”

Mana Tangung Jawab PT Agro Sinergi Nusantara, “Puluhan Tahun Jalan Gampong Seuneubok Pusaka Trumon Timur dibiarkan Rusak Parah”
Salah satu jembatan penghubung di Gampong Seuneubok Pusaka Trumon Timur yang telah rusak parah  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBAceh.news – Keberadaan PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) sudah lebih dari 20 tahun keberadaannya di Aceh Selatan tepatnya di Gampong Seuneubok Pusaka Kecamatan Trumon Timur Kabupaten Aceh Selatan.

Sejak pertama kali masuk ke wilayah Aceh Selatan tahun 1995, PTPN I (PT. Perkebunan Nusantara) Krueng Luas mulai melakukan pembukaan lahan yang berada di wilayah Gampong Seuneubok Pusaka. Adapun izin Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki PTPN I untuk wilayah Kabupaten Aceh Selatan mencakup area seluas 6.100 hektar. Diperkirakan sekitar 1.000 hektar di antaranya berada di wilayah Gampong Seuneubok Pusaka, yang setara dengan 2 afdeling (500 hektar per afdeling). Pengelolaan lahan tersebut sebelumnya dikelola oleh PTPN I, kemudian  dialihkan hak pengelolaan kepada PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) dan penguasaannya hingga sekarang.

Namun sejak masuknya PTPN I dan sekarang beralih pengelolaannya ke PT ASN, sejak itu pula muncul berbagai macam masalah terhadap warga Gampong Seuneubok Pusaka Kecamatan Trumon Timur Kabupaten Aceh Selatan.

Diantara masalah yang di timbulkan akibat  berdirinya PT ASN ini adalah rusaknya jalan Gampong Seuneubok Pusaka sepanjang lebih kurang 7 KM yang di gunakan oleh pihak perusahaan selama bertahun-tahun untuk mengangkut hasil kebun kelapa sawit.

Pantauan kbbaceh.news yang turun langsung ke lapangan pada Rabu, 30/04/2025 terlihat jalan Gampong Seuneubok Pusaka hancur luluh, termasuk di beberapa titik jembatan penghubung yang sudah putus dan di pasang dengan batang kelapa hanya untuk bisa sekedar menjadi penghubung oleh masyarakat Gampong.  

Menurut keterangan Samsir salah satu warga Seuneubok Pusaka, sejak tahun 2005 pihak perusahaan dalam hal ini PT ASN tidak memperbaiki jalan Desa yang rusak baik akibat banjir maupun akibat aktivitas perusahaan terutama aktivitas penangkutan kelapa sawit.

Tiap hari puluhan truk pengangkut sawit melewati jalan Desa Seunebok Pusaka, namun pihak perusahaan sekan tutup mata terhadap kerusakan jalan Desa tersebut.

Masih menurut Samsir, malahan sejak pihak perusahaan membuat tanggul-tanggul untuk penahan banjir agar tidak memasuki wilayah perkebunan PT ASN, dampak yang ditimbulkan malah lebih parah kepada masyarakat, apabila terjadi banjir kiriman, akan menghantam perkebunan warga dan pemukiman warga.

“Coba abang lihat itu, banyak perkebunan warga yang tergerus erosi akibat pembuatan tanggul, yang awalnya di gali 1 meter x 1 meter sekarang malah melebar menjadi 30 meter, udah seperti sungai saja”, ujar Samsir.

“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan ataupun pihak terkait lainnya untuk dapat mengatasi masalah yang selama puluhan tahun kami alami di Gampong Seuneubok Pusaka ini, jangan biarkan kami seperti di anak tirikan, kami masih bagian dari masyarakat Aceh Selatan”, tutup Samsir. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar