KBBAceh.News | Tapaktuan – Salah satu maskot religi Kota Naga Tapaktuan Mesjid Terapung An Nur yang terletak di tengah-tengah jantung Kota Tapaktuan, tepatnya di Taman Reklamasi Pantai Taman Pala Indah menjadi tanda tanya besar bagi kita masyarakat Aceh Selatan pada umumnya dan Tapaktuan pada khususnya.
Mengapa, karena Mesjid yang di resmikan tahun 2023 yang lalu oleh Pemda Aceh Selatan meskipun belum rampung seratus persen namun telah difungsikan serta menjadi salah satu ikon wisata di Kabupaten Aceh Selatan dan banyak dikunjungi oleh wisatwan baik lokal maupun luar daerah.
Namun sangat disayangkan, masjid yang menjadi kebanggan masyarakat Aceh Selatan ini apabila di musim penghujan terjadi kebocoran disana-sini terutama di bagian kubah utama, sehingga para jamaah melaksanakan shalat di tengah rintik hujan yang jatuh dari atas kubah utama.
Salah satu pengurus Mesjid Agung An Nur yang juga pegiat lingkungan Sarbunis yang di jumpai KBBAceh.News di warung RTH Tapaktuan pada Senin, 14/07/2025 mengatakan memang benar bahwa selama ini ketika musim penghujan datang serta ketika memasuki waktu shalat berjamaah, kita mengerjakan shalat berjamaah di bawah rintik dan tetesan air hujan, akibat terjadinya kebocoran disana-sini terutama di bagian kubah utama, ujar Sarbunis.
“Kami bermohon kepada pihak terkait serta para donator yang ikhlas membantu untuk dapat memperhatikan dan memperbaiki keadaan Mesjid Apung An Nur Tapaktuan, karena sangat disayangkan Mesjid yang semegah ini belum sepenuhnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah ditandai dengan masih terjadinya kebocoran disana-sini ketika hujan terjadi, padahal biaya perawatan telah diplotkan setiap tahunnya”, pungkas Sarbunis. (Red)