KBBAceh.News | Tapaktuan – Ajang pertunjukan budaya Rapai Debus yang digelar di Kabupaten Aceh Selatan berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian masyarakat. Tidak hanya atraksi budaya yang menjadi daya tarik, kehadiran berbagai wahana hiburan untuk anak-anak juga menambah semarak suasana.

Suasana di arena Festival Rapai Debus
Pantauan KBBAceh.News pada Selasa malam, 109/2025 salah satu wahana yang paling diminati adalah permainan istana balon. Sejak sore hingga malam hari, arena permainan ini selalu ramai dipadati pengunjung cilik. Anak-anak tampak antusias melompat, berlari, dan bermain bersama di dalam istana balon berwarna-warni, sementara para orang tua menunggu dengan penuh kesabaran di sekitar arena sambil menikmati suasana keramaian.
“Anak-anak sangat senang dengan permainan ini. Selain aman, mereka juga bisa bersosialisasi dengan teman sebaya. Kami sebagai orang tua pun merasa lebih tenang karena bisa mengawasi dari dekat,” ungkap Siti, salah seorang pengunjung yang membawa dua putrinya.
Kehadiran istana balon membuat ajang Rapai Debus tidak hanya menjadi tontonan budaya bagi orang dewasa, tetapi juga menjadi tempat rekreasi keluarga. Banyak orang tua yang datang untuk menyaksikan atraksi seni tradisi, namun anak-anak mereka memilih bermain di wahana tersebut. Hal ini menciptakan suasana yang lebih hidup dan ramah keluarga.
Selain istana balon, sejumlah pedagang jajanan tradisional dan mainan anak-anak juga terlihat memadati area sekitar. Kehadiran pedagang ini semakin melengkapi suasana pesta rakyat yang tidak hanya menampilkan nilai budaya, tetapi juga menghadirkan hiburan serta perputaran ekonomi bagi masyarakat setempat.
Festival Rapai Debus yang diadakan sejak 9-16 September 2025 sendiri merupakan salah satu seni tradisional Aceh yang memadukan pukulan rapai dengan atraksi ketahanan tubuh. Pertunjukan ini menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan dan digelar di berbagai momentum penting daerah.
Dengan adanya tambahan hiburan seperti istana balon, ajang Rapai Debus berhasil menghadirkan suasana yang lebih inklusif. Bukan hanya sebagai panggung budaya, tetapi juga sebagai tempat berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati hiburan bagi seluruh kalangan masyarakat. (Red)