Tapaktuan, KBBACEH.news – Warga Gampong Ujung Pulo Rayeuk, Kec. Bakongan Timur, Kab. Aceh Selatan, kecewa terhadap pembangunan pelabuhan transit material batu beji besi di kawasan pantai Ujung Pulo Rayeuk.
Salah seorang tokoh masyarakat Gampong Ujung Pulo Rayeuk, M. Yatim kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (28/12/2022) mengatakan, pihak perusahaan saat membuat tanggul untuk pelabuhan tanpa perencanaan yang matang.
“Pembangunan pelabuhan tersebut tidak melalui kajian yang matang timbulnya efek negatif atau positif terhadap abrasi pantai,” ungkapnya.
Menurutnya, abrasi pantai yang terjadi selama ini akibat kesalahan pihak perusahaan beji besi yang telah menggeruk pasir tanpa mengantongi AMDAL.
“Dulu jarak laut dari pantai berkisar lebih kurang 25 meter. Sekarang setelah dibangun pelabuhan, jarak laut dengan pantai tinggal 5 meter lagi. Ini sangat merugikan masyarakat yang tinggal di bibir pantai,” ujarnya.
Ia menyebutkan, masyarakat sudah puluhan tahun tinggal di pesisir pantai tanpa dihantui kecemasan terhadap abrasi.
“Ancaman abrasi ini sangat mengkhawatirkan, kami minta kepada Pemkab Aceh Selatan maupun Pemrov Aceh untuk mengatasi permasalahan ini,” pintanya. (IS/Red).