Subulussalam, KBBACEH. news – Kejaksaan Negeri (Kejari) Subulussalam bersama IAD Kota Subulussalam dan Dinas Kesehatan Kota Subulussalam melakukan kegiatan Adhyaksa peduli stunting di Poskesdes Desa Pasar Panjang, Kecamatan Simpang Kiri, Senin (15/5/2022), pukul 10.00 WIB.
Kegiatan Adhyaksa peduli stunting ini merupakan salah satu upaya dari Kejaksaan Negeri Subulussalam dalam memerangi stunting di wilayah Kota Subulussalam. Dengan adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga Kesehatan anak dan ibu hamil serta memerangi stunting di Subulussalam.
Kegiatan tersebut langsung di hadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subulussalam Mayhardy Indra Putra SH MH yang sebelumnya juga ditunjuk sebagai “Bapak Asuh” Stanting Desa Pasar Panjang berdasarkan SK. Pemko Subulussalam.
Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut seluruh Kasi pada Kejari Subulussalam, Ketua IAD Kota Subulussalam beserta anggota, Satgas Stunting yang terdiri dari beberapa ahli Kesehatan, Dokter Kejari Subulussalam, BKKBN, Kepala Desa Pasar Panjang, serta pengurus Posyandu Desa Pasar Panjang.
Kajari Subulussalam Mayhardy Indra Putra menyampaikan, kepala Desa segera mengajukan anggaran Dana Desa untuk kebutuhan biaya stunting.
“Juga untuk seluruh ibu-ibu yang ada di Desa Pasar Panjang ini betul-betul serius untuk pencegahan dan penurunan angka stunting ini agar nantinya anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat. Komitmen dan keseriusan ibu-ibu tersebut dapat berupa dengan datangnya ibu-ibu setiap minggu ke Posyandu,” ujarnya.
Demikian ia mengharapkan juga kepada seluruh dokter klinik agar dapat berkoordinasi dan berkolaborasi dengan tim pencegahan stunting agar dapat turun setiap minggunya ke desa.
Terdapat 9 sampai dengan 22 anak yang dikategorikan stunting pada Desa Pasar Panjang. Meski dalam kegiatan tersebut satgas stunting menyampaikan tidak semua anak yang bertubuh pendek stunting.
Meski demikian ahli gizi menyebutkan agar tetap dilakukan intervensi sampai umur 5 tahun dengan tujuan pencegahan stunting dan agar Dinas Kesehatan Kota Subulussalam tidak kebobolan lagi dalam angka anak yang stunting;
Dalam kegiatan tersebut juga selain penyampain materi dan himbauan terkait stunting juga diadakan sesi tanya jawab kepada ibu-ibu yang hadir atau orang tua dari anak yang di kategorikan stunting dan langsung dijawab oleh ahli gisi atau pemateri yang hadir serta dokter klinik Kejari Subulussalam.
Dengan adanya kegiatan tersebut Kajari Subulussalam dan seluruh tim yang terlibat berharap agar Kota Subulussalam di tahun 2023 menjadi Kota yang zero stunting khususnya desa yang menjadi anak asuh stunting Kejari Subulussalam.
Kajari Subulussalam bersama dengan Ketua IAD Kota Subulussalam dan seluruh anggota yang turut hadir dalam kegiatan Adhyaksa Peduli stunting dan sekaligus bakti sosial yang lakukan oleh IAD kota Subulussalam dengan
menyerahkan bingkisan berupa makanan.
Termasuk kebutuhan pokok yang bergizi untuk anak-anak yang termasuk kategori stunting agar menjadi sehat dan tumbuh berkembang dengan normal.Kegiatan Adhyaksa Peduli Stunting kejari subulussalam tersebut selesai pada pukul 11.30 WIB. (Solin/Red).