Tapaktuan, KBBACEH.news – Banjir Luapan Sungai Kluet yang merendam pemukiman warga di Aceh Selatan terpantau sejak sore berangsur mulai surut.Pihak Muspika berkoordinasi dengan kabupaten terus melakukan pendataan terhadap warga Terdampak di sembilan kecamatan di Aceh Selatan.
Namun. Dari sembilan kecamatan tersebut wilayah yang paling berdampak adalah kawasan kecamatan Kluet raya yang merupakan wilayah yang dialiri sungai Kluet.
Sejumlah sawah, rumah, fasilitas umum terpantau terendam hingga ketinggian melebihi 50 cm, menangani hal tersebut, sejumlah pemerintah gampong memberlakukan pemberian makanan siap saji yang disediakan oleh masyarakat terhadap masyarakat lainnya.
Dibantu Personel BPBD dan TNI-POLRI masyarakat mulai membersihkan puing-puing banjir di sejumlah titik, sementara itu pemerintah kabupaten Aceh Selatan melalui BPBD juga telah menyediakan dapur umum serta bantuan logistik masa panik yang saat ini telah didistribusikan ke desa-desa.
Muzakkir Keuchik gampong kedai Padang kecamatan Kluet Utara mengatakan, sebagai gampong yang berada di bagian hilir sungai Kluet, gampongnya menjadi langganan berdampak parah pasca banjir luapan sungai tersebut.
“Dimana setidaknya 12 rumah warga dan lahan sudah habis terkikis sungai sejak beberapa tahun lalu akibat terjadinya banjir luapan sungai Kluet,” ucapnya kepada wartawan, Ahad (7/11/2021).
Menurutnya banjir yang terjadi sejak pukul 5:00 dinihari Sabtu merendam semua rumah penduduk di gampongnya, saat ini banjir sudah masyarakat mulai membersihkan rumah dan dapat menempati kembali.
“Kami berharap tebing sungai di gampong kami segera dilaksanakan pekerjaannya agar tidak ada lagi rumah warga yang amblas ke sungai Kluet,” tandasnya.
Sementara itu, camat Kluet Utara, Misbah S.Ag mengatakan, walau sempat merendam sejumlah sawah dan kebun namun dampak banjir ini tidak membuat hasil panen terkendala atau kerugian lainnnya.
“Sebab air berlalu ke hulu melalui muara yang telah dibuka beberapa waktu lalu, sementara itu petani belum memasuki masa tanam, baru saja mengolah areal persawahan,” jelasnya.
Menurutnya tidak ada korban jiwa dan materi dalam musibah banjir kali ini, banjir telah surut kembali dan masyarakat dapat melaksanakan aktivitas kembali.(RED)