Dana Bantuan PIP Tidak Bisa Ditarik di BSI Kancab Tapaktuan

Dana Bantuan PIP Tidak Bisa Ditarik di BSI Kancab Tapaktuan
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Aceh Selatan, tidak bisa menarik dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (Kancab) Tapaktuan.

Ismed (35), salah seorang warga Aceh Selatan kepada wartawan di Tapaktuan, Jum’at (30/4/2021) mengatakan, tidak bisa dicairkan dana PIP melalui KIP oleh BSI, dikeluhkan orang tua wali murid.

“Untuk menarik dana bantuan pendidikan bagi siswa tersebut harus ke bank konvensional di Medan, Sumatera Utara,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, pasca peralihan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke BSI masih banyak uang nasabah tersimpan di BRI.

“Sangat disayangkan, nasabah yang uangnya masih di BRI harus mengurusnya jauh-jauh ke BRI di Medan, sehingga butuh biaya lagi,” ujarnya.

Menurutnya, peralihan bank konvensional ke BSI itu terlalu terburu-terburu. Soalnya dana yang masuk dari bantuan pemerintah yang masuk ke rekening BRI pengurusannya tidak bisa melalui BSI.

“Oleh karena itu, kita meminta BSI dapat melayani nasabah – nasabah yang masih tersangkut di BRI konvensional tanpa harus jauh – jauh ke Medan,” sebutnya.

Sementara itu, Hendri Purnama (40), salah satu orang tua murid mengaku saat mengurus dana tersebut di BSI, ia disuruh menarik ke bank konvensional di Medan.

“Jika BSI tidak bisa mencairkan dana tersebut, seharusnya mempermudah prosesnya,” ungkapnya.

Jika ditarik di Medan membutuhkan biaya, sedangkan bantuan pendidikan dari KIP tingkat SD hanya Rp 450 ribu dan SMP Rp 750 ribu.

Masing – masing dana tersebut masih disalurkan melalui rekening bank konvensional yang lama yaitu BRI. Sedangkan sekarang ini, khususnya di Aceh, sudah beralih ke bank syariah.

“Kita butuh saran dan solusi untuk anak – anak kami yang mendapatkan bantuan biaya pendidikan tanpa harus jauh – jauh ke Medan untuk mencairkannya,” harapnya.

Praktisi Hukum, Taufik Zass SH ketika diminta tanggapanya, menyarankan kepada pemerintah agar mengalihkan bantuan pendidikan PIP dari bank konvensional ke syariah, khusus untuk Aceh.

“Seharusnya Pemerintah Pusat harus mengkhususkan untuk BSI, dikarenakan BRI konvensional tidak ada lagi di Aceh,” sarannya.

Dikonfirmasi secara terpisah, General Manager BSI Kancab Tapaktuan, Muchlis Ilyas menjelaskan, bahwa bantuan pendidikan bagi pemegang kartu KIP bisa langsung mencairkan dananya melalui mesin ATM atau BRI Link.

“Kalau yang tidak ada kartu KIP itu untuk menarik uangnya harus ke BRI yang terdekat, yaitu di Medan,” katanya.

Ia juga menjelaskan, untuk mengetahui saldo KIP bagi yang tidak mempunyai kartu KIP, nasabah bisa menghubungi call center BRI dengan nomor 14017.

Selain itu tidak ada solusi, biasanya yang tidak ada kartu KIP itu anak-anak SD yang hanya mempunyai buku. Bagi nasabah BRI yang ingin memindahkan saldonya sekarang harus datang ke kantor BRI yang terdekat dulu.

“Karena ini masih dalam transisi, mudah-mudahan di tahun depan semua bantuan baksos yang masuk ke rekening BRI sudah bisa dialihkan ke BSI semua,” pungkasnya. (IS/Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar