Aceh Tenggara, KBBAceh.news-Sampai memasuki akhir juni 2023 ini, jumlah defisit APBK Aceh Tenggara yang sebelumnya sempat mencapai Rp.106,6 Miliar, perlahan akhirnya turun menjadi Rp.41,5 Miliar.
Dijelaskan karena sebelumnya, defisit Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tenggara (Agara) tahun 2023, sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial maupun di berbagai kalangan. Hingga menjadi reaksi. Bahkan sebagian LSM mengeluarkan tudingan miring dan pendapat yang tak mendasar terkait defisit yang terjadi di tahun 2023 lalu.
Menyikapi hal itu Sekda Aceh Tenggara Mhd.Ridwan.SE.M.Si melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Hataruddin,SE.Ak MM kepada KBBACEH.news menerangkan, terkait adanya defisit anggaran dalam neraca APBK , memang sebelumnya melalui hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Aceh bahwa, defisit anggaran APBK Aceh Tenggara tercatat sebesar Rp.106.691.974.243,66.
” Akan tetapi setelah memasuki akhir Juni 2023 ini, angka defisit tahun 2022 sebesat Rp.106,6 tersebut, terus mengalami penurunan. Karena berbagai pembiayaan telah terbayar dan posisi defisit saat ini menurun. Karena dananya telah larut dan dipergunakan untuk membiayai kegiatan pada tahun 2023, defisit anggaran APBK Aceh Tenggara tercatat hanya tinggal sebesar Rp.41.546.643.693,00 lagi. Angka tersebut berdasarkan data realisasi,” terang Hataruddin,SE Ak,MM, Rabu (5/7/2023).
Sebelum terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 212 memang sempat ada perbedaan jumlah defisit anggaran 2022. Berdasarkan Qanun defisit mencapai Rp.51 Milyar lebih, namun berdasarkan Peraturan Bupati (Perbub) dengan melakukan berbagai upaya seperti optimalisasi anggaran, defisit diupayakan turun sampai Rp.8 Milyar. Katanya
Berdasarkan data defisit riil anggaran Aceh Tenggara tahun 2022 lalu sebesar Rp.106.691.974.243,66, terjadi akibat hutang karena tidak tersedianya dana tahun 2022 lalu sebesar Rp.88.028.260.047,96 . Ini sudah berulang kali kita jelaskan.
” Hutang yang muncul karena tidak tersedianya dana tahun 2022 lalu itu diantaranya datang akibat utang tagihan listrik SKPK tahun 2022, utang Wi-Fi SKPK, Utang tagihan Air SKPK, Dan Utang beban lainnya para SKPK 2022, Utang Belanja Perjalanan Dinas SKPK, utang persediaan SKPK, Utang obat dan BMHP SKPK 2022, Utang Jasa Medis SKPK, utang belanja modal SKPK 2022 dan utang belanja pemeliharaan SKPK tahun 2022,” jelasnya.
Sedangkan terjadinya penambahan angka defisit anggaran 2022 hinga mencapai Rp.106.691.974.243,66 , sambung Hataruddin, berasal dari penggunaan kas yang dibatasi. Penggunaannya dan merupakan dana yang mengikat yang sudah diperuntukkan tahun 2022, namun dana tersebut dialihkan pembayarannya untuk belanja yang lain.
Selanjutnya sumber pendapatan yang sudah digunakan tidak sesuai peruntukkan yakni sebesar Rp.18.663.714.196, terdiri dari dana bagi hasil cukai tembakau, dana DOKA, DAK Fisik bidang pendidikan, DAK fisik bidang kesehatan, DAK Fisik bidang jalan.
Kemudian DAK fisik bidang air minum, DAK non fisik BOKB -BOK, DAK non fisik BOKKB – BOKB, DAK non fisik Tamsil Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah, DAK non fisik TPG PNSD, DAK nin fisik TKG PNSD, DAK non fisik fasilitas penanaman modal dan DAK non fisik ketahanan psngan dan pertanian.
Sementara untuk belanja pada APBK Agara 2023 tercatat sebesar Rp. 1.260.990.269.668,00 dan defisit sampai akhir juni lalu sebesar Rp.41.546.643.693,00.Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah Rp.92.331.850.000,00. Jumlah transfer pemerintah pusat Rp.764.629.251.000,00. Pendapatan transfer pemerintah Provinsi Rp.78.930.538.975,00. Jumlah Transfer pemerintah pusat -lainnya Rp.270.051.986.000,00. Jumlah lain-lain pendapatan yang sah Rp.13.500.000.000,00.
” Sedangkan untuk belanja pada APBK tahun 2023 ini diantaranya, untuk belanja operasi tercatat sebesar Rp.807.062.598.564,00. Belanja modal Rp.114.262.085.304,00. Belanja tak langsung Rp.2.000.000.000,00. Dan transfer bantuan keuangan sebesar Rp.337.665.585.800,00,” ucap Hataruddin SE Ak MM merincikan. [Hidayat/red]