Detik-detik Wartawan Dicekik saat Liput Dapur MBG di Jaktim yang Diduga Penyebab Siswa Keracunan

Detik-detik Wartawan Dicekik saat Liput Dapur MBG di Jaktim yang Diduga Penyebab Siswa Keracunan
Kolase Instagram. Prabowo Rapat Darurat soal Keracunan MBG, Wakil Kepala Gizi Nangis Minta Maaf  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | Jakarta – Berikut detik-detik sejumlah wartawan dicekik saat sedang hendak meliput dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan keracunan di SDN Gedong 01, Jakarta Timur.

Insiden penganiayaan ini terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedong 2 di Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Saat hendak menjalankan tugasnya, para wartawan ini malah mengalami penganiayaan dari seorang oknum pegawai SPPG.

Diketahui program MBG adalah program pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada kelompok rentan, seperti siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengurangi angka malnutrisi dan stunting.

Program ini merupakan inisiatif dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun fondasi kesehatan dan kesejahteraan bangsa, serta turut menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM dan produsen rakyat dalam rantai pasoknya. Akan tetapi, dalam praktiknya justru banyak yang keracunan.

Hal ini bermula saat wartawan mendatangi SPPG Gedong 2, salah satu dapur MBG yang diduga menjadi sumber makanan keracunan.

Mereka hendak mengkonfirmasi proses produksi makanan MBG yang dikonsumsi siswa SDN Gedong 01.

Akan tetapi, saat awak media mengambil video di luar area SPPG, mereka justru mendapat tindakan represif dari seorang pegawai.

Setelah rombongan wartawan hendak meninggalkan lokasi, mereka dihampiri kembali oleh oknum yang sama.

“Tiba-tiba bapak yang tadi sudah kepalkan tangannya mau pukul saya, terus tiba-tiba malah cekik saya dan rekan saya,” kata Munir.

Rekan Munir dari MNC TV juga nyaris terkena pukulan. Pegawai SPPG lain disebut sempat melerai dan menahan pelaku.

Insiden ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap keracunan yang dialami puluhan siswa SD di Jakarta Timur.

Polisi sebelumnya menyebut ada 20 siswa yang muntah-muntah usai menyantap menu MBG pagi hari.

Menu MBG saat itu terdiri dari mi goreng, telur dadar, capcai, wortel, dan buah stroberi. Polisi menemukan mi goreng yang berbau tak sedap dan bertekstur lembek, diduga menjadi pemicu keracunan.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG Gedong 2 terkait insiden kekerasan terhadap wartawan. Sementara Kapolsek memastikan laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Polisi kini menyelidiki dugaan kekerasan terhadap wartawan tersebut. Kapolsek Pasar Rebo, AKP I Wayan Wijaya, membenarkan laporan tersebut. “Betul, ini barusan merapat ke Polsek buat laporan. Sudah diantar untuk visum. Laporan kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati menerangkan, wartawan harus mematuhi prosedur yang ada saat melakukan kunjungan ke SPPG. Dalam pesan WA yang diterima, Hida menegaskan, kunjungan ke SPPG tidak boleh sembarangan dilakukan dan harus sepengetahuan BGN.

Prosedur ini harus dilakukan agar kunjungan ke SPPG dapat berjalan dengan tertib. Kunjungan seperti peliputan, pendokumentasian kondisi SPPG, penelitian, wawancara dengan pihak SPPG, hingga alasan sederhana seperti ingin menyaksikan proses di dalam SPPG, bahkan sidak dari pemerintah pusat, harus didahului dengan bersurat resmi ke BGN.

“Tentu kami terbuka, namun tetap selektif dalam menerima kunjungan. Hal ini dikarenakan proses di dalam SPPG tidak boleh terganggu oleh aktivitas dari luar,” ujar Hida. (Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id.)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar