KBBAceh.News | Jakarta – Setelah hampir sebulan dari kejadian, akhirnya hasil investigasi dari kecelakaan pesawat Air India Boeing 787-8 pada 12 Juni lalu dirilis. Berdasar hasil investigasi, kecelakaan itu diduga terjadi karena matinya saklar bahan bakar di kedua mesin pesawat.
Melansir indianaexpress.com, pesawat Air India yang memiliki dua saklar bahan bakar ini diketahui berada dalam posisi CUTOFF, dari sebelumnya RUN, beberapa detik setelah lepas landas.Setelah beberapa detik dalam posisi CUTOFF, sakelar kedua mesin tersebut kemudian beralih ke posisi RUN.
Diduga proses peralihan ini menjadi bagian upaya pilot untuk memulihkan daya dorong pada mesin.
Namun, mengingat ketinggian pesawat yang sangat rendah dan tidak cukup waktu bagi mesin untuk pulih ke tingkat normal dan mampu menggenjot pesawat naik ke ketinggian aman.
“Kedua sakelar tersebut ditemukan di reruntuhan pesawat, dan keduanya berada di posisi RUN,” menurut laporan tersebut yang dikutip JawaPos.com, Minggu (13/7).
Laporan itu juga menyebutkan sebagian percakapan antara kedua pilot. Salah satu pilot terdengar bertanya kepada pilot lainnya mengapa ia mematikan bahan bakar. Namun, pilot lainnya menjawab bahwa ia tidak melakukannya.
Meski begitu, laporan tersebut juga tidak menyebutkan apakah para penyelidik sejauh ini telah berhasil memastikan apakah saklar-saklar tersebut diaktifkan oleh salah satu pilot atau tidak.
Kendati demikian, menurut pakar penerbangan, pergerakan saklar yang tidak disengaja sangat mustahil terjadi karena saklar berpegas memiliki braket di kedua sisi untuk melindunginya. Selain itu, terdapat mekanisme penguncian yang mengharuskan pilot mengangkat saklar sebelum memindahkannya dari salah satu posisi, misal dari RUN menjadi CUTOFF, begitupun sebaliknya.
Sebelumnya, pesawat Air India dengan tujuan London jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Ahmedabad, Kamis (12/6) pagi menjelang siang waktu setempat.
Pesawat Air India dengan tujuan London jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Ahmedabad, Kamis (12/6) pagi menjelang siang waktu setempat.
Menurut data yang diperoleh Reuters, penumpang terdiri dari 217 orang dewasa, 11 anak-anak, dan 2 bayi. Dari jumlah tersebut, 169 adalah warga negara India, 53 warga Inggris, 7 warga Portugal, dan 1 warga Kanada.
Pesawat tersebut adalah jenis Boeing 787-8 Dreamliner, salah satu pesawat penumpang paling canggih di dunia. Ini merupakan insiden pertama yang melibatkan model ini sejak mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2011.
Pesawat yang jatuh tersebut diketahui pertama kali terbang pada 2013 dan bergabung dengan armada Air India pada Januari 2014. (Red)