Digitalisasi Parkir untuk Indonesia Mandiri: Gagasan Besar Yoel Liem Yusnarto

Digitalisasi Parkir untuk Indonesia Mandiri: Gagasan Besar Yoel Liem Yusnarto
  Akurat Mengabarkan - 18 Agustus 2025
Penulis
|
Editor Redaksi
Bagikan:

Jakarta – Di tengah upaya pemerintah daerah untuk mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkelanjutan, ada sosok anak muda yang melihat peluang besar dari sektor yang sering dianggap remeh: parkir.

Dia adalah Yoel Liem Yusnarto, pendiri sekaligus CEO PT MSM Tiga Matra Satria (MSM Parking Group), perusahaan nasional yang fokus pada digitalisasi dan manajemen parkir modern. Bagi Yoel, parkir bukan sekadar lahan bisnis, melainkan alat strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.

🌍 Parkir sebagai Instrumen Kemandirian Daerah

Selama ini, sektor parkir kerap menjadi sorotan karena potensi besar yang tidak tergarap maksimal. Banyak daerah mengandalkan sistem manual yang rawan kebocoran, sulit diawasi, dan tidak transparan. Akibatnya, potensi PAD hilang begitu saja.

“Padahal parkir bisa menjadi tulang punggung PAD. Kalau dikelola dengan teknologi, hasilnya bisa naik signifikan dan masuk langsung ke kas daerah. Ini soal kemandirian daerah, bukan hanya bisnis,” ujar Yoel.

Yoel menegaskan, digitalisasi parkir bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah tanpa bergantung penuh pada pusat.

🚗 Ekosistem Parkir Digital MSM

Melalui MSM Parking, Yoel memperkenalkan ekosistem parkir cerdas yang mengintegrasikan berbagai solusi:

  1. On-Street Parking dengan M-MPOS – petugas parkir menggunakan perangkat mobile dengan pembayaran non-tunai berbasis QRIS dan e-wallet.
  2. Off-Street Parking Non-Tunai (Tap & Go) – sistem barrier gate otomatis untuk gedung, mal, dan rumah sakit, terintegrasi dengan e-money dan kartu debit/kredit.
  3. Kartu Parkir Berlangganan (RFID/UHF Sticker) – akses otomatis tanpa tapping manual bagi pelanggan tetap, meningkatkan kenyamanan dan kepastian arus kas.

Dengan sistem ini, pemerintah daerah bisa memantau pendapatan secara real-time, menutup celah kebocoran, dan memastikan setiap rupiah masuk ke kas resmi.

📊 Kontribusi Nyata untuk PAD

Studi internal MSM menunjukkan, digitalisasi parkir mampu meningkatkan PAD daerah hingga 30–40 persen dibanding metode manual.

Melalui skema Net Profit Sharing (NPS), MSM menanggung seluruh biaya infrastruktur, sementara pemerintah daerah langsung menikmati bagi hasil. “Zero Investment, PAD Optimal” menjadi prinsip yang diusung Yoel untuk memastikan daerah tidak terbebani, namun tetap memperoleh hasil maksimal.

“Model ini win-win. MSM investasi, Pemda mendapatkan PAD transparan, masyarakat merasakan layanan parkir modern. Semua pihak diuntungkan,” jelasnya.

🌱 Dedikasi Anak Muda untuk Negeri

Sebagai pengusaha muda, Yoel memilih jalur yang jarang dilirik rekan sebayanya. Alih-alih mengejar sektor populer, ia justru mengabdikan energi dan gagasan untuk membangun sektor parkir.

“Bagi saya, ini bukan semata-mata bisnis. Ini bagian dari perjuangan agar daerah bisa mandiri, tidak selalu bergantung pada pusat. Kalau PAD kuat, daerah bisa membangun lebih banyak untuk rakyatnya,” tegas Yoel.

Melalui PT MSM Tiga Matra Satria, Yoel Liem Yusnarto menunjukkan bahwa anak muda juga bisa berkontribusi besar bagi negeri. Dengan digitalisasi parkir, ia membuka jalan bagi daerah untuk meningkatkan PAD secara transparan, efisien, dan berkelanjutan.

Di tengah tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, sosok seperti Yoel menjadi pengingat bahwa kemandirian daerah bisa dimulai dari sektor yang sederhana – bahkan dari lahan parkir.

 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar