KBBAceh.News | Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan kondisi negara Indonesia sedang dalam kondisi tidak baik. Alasannya, Indonesia belum mampu bersaing di berbagai sektor yang ada di berbagai negara.
“Situasi teknologi yang saat ini terus berkembang, bahkan berdasarkan Global Risk Report itu menjadi permasalahan nomor satu di seluruh dunia dan ini memang harus kita hadapi,” kata Sigit di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, pada Senin, 4 Agustus 2025.
Tak hanya itu, dia pun membicarakan peluang Indonesia untuk bisa selamat dari kondisi global yang kian genting ini. Sigit menyatakan situasi itu mengharuskan Indonesia agar bisa bertahan dari persaingan di berbagai negara. “Kondisi negara kita dan kondisi situasi dinamika global saat ini sedang tidak baik-baik saja dan masing-masing negara harus berpikir keras untuk tetap bisa survive di tengah situasi yang ada,” ucap dia.
Adapun kondisi ketahanan pangan Indonesia yang juga terpengaruh dari perang dagang yang terjadi di lintas negara juga disinggung Sigit. Jenderal bintang empat itu menyebut pengaruh ini mengharuskan negara Indonesia untuk memainkan politik luar negerinya. “Sehingga posisi Indonesia tetap terus terjaga di tengah situasi krisis global yang saat ini mulai terjadi,” kata Sigit.
Menurut dia, keadaan ini juga mengharuskan Indonesia untuk menjaga kondisi perekonomiannya. Sehingga, kata Sigit, bangsa ini mampu menumbuhkan ketahanan ekonomi hingga pangan dari dampak perang dagang yang tengah terjadi di berbagai negara. “Perang dagang yang terjadi dan ini tentunya menimbulkan eskalasi yang berdampak kepada masalah pangan dan masalah ekonomi,” ucap dia.
Sebelumnya, Sigit memaparkan peran kepolisian dalam program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Lembaganya, kata dia, telah menjalankan program pekarangan pangan bergizi hingga pemanfaatan lahan produktif. “Guna mengoptimalkan lahan yang belum terkelola, pengawasan distribusi bantuan pemerintah, dan hasil panen agar tepat sasaran,” ucap Sigit saat pidato dalam acara HUT Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Juli 2025.
Dia mengatakan lembaganya pun merekrut sebanyak 593 personel bintara polisi untuk mengoptimalkan program ketahanan pangan. Sigit menyebut anggota itu terdiri Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Bintara Penggerak Ketahanan Pangan. “Sebagai ujung tombak pelaksana di lapangan,” ucap dia.
Selain itu, dia mengatakan bahwa kepolisian juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk mendorong penanaman jagung di seluruh Indonesia. Sigit mengklaim telah mendorong sebanyak 135 ribu kelompok tani untuk menanam jagung pada 429.000 hektare lahan. “Kami juga mengembangkan inovasi bibit unggul, pupuk, dan aplikasi gugus tugas Polri mendukung ketahanan pangan,” kata Sigit. (Sumber, Tempo.co)