Laku yang tercemari: Refleksi Atas Nama Tuhan

Laku yang tercemari: Refleksi Atas Nama Tuhan
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Oleh Dr. Khairuddin, S.Ag,. MA

KBBAceh.News | Tapaktuan – Dalam perjalanan kehidupan ini, kita sering kali menemui orang-orang yang mengklaim bertindak atas nama Tuhan, namun ironinya, tindakan mereka justru berseberangan dengan ajaran-Nya. Ada mereka yang memulai hari-hari mereka dengan doa yang khusyuk, berharap perlindungan dan bimbingan ilahi, meskipun saat itu, hati mereka telah dikeruhkan oleh niat buruk untuk menipu sesama. Di balik wajah berseri saat memohon belas kasih dari Sang Pencipta, tersembunyi keinginan untuk lolos dari jeratan hukum dunia setelah melakukan perbuatan tercela seperti pencurian, berjudi, manipulasi dan berzina dll.

Bagaimana mungkin seseorang mengedepankan nama Tuhan dalam setiap langkah, sementara tindakannya jauh dari nilai-nilai kebaikan dan kebenaran? Ada pekerja yang rajin berdoa di pagi hari, memohon rezeki dan keselamatan, tetapi dalam menjalankan tugasnya, ia justru melanggar aturan moral dan etika yang diserukan oleh agama yang ia anut. Mereka mungkin berhasil membingkai kesalehan dalam wujud perilaku, namun setiap pelanggaran terhadap kehendak Tuhan adalah tanda nyata dari kemunafikan yang merobek kesucian hati.

Fenomena ini mencerminkan jurang antara aspirasi dan realitas, antara keinginan untuk dilihat sebagai individu berkeimanan tinggi dan tindakan nyata di keseharian yang memudar dari ajaran-ajaran luhur. Kesadaran atas perilaku ini seharusnya menggugah jiwa kita—kaum yang masih peduli akan integritas iman—untuk merenungkan kembali makna sebenarnya dari iman dan ketaatan. Sebab sejatinya, iman tidak hanya terlihat dari doa di bibir dan seruan nama Tuhan, tetapi tercermin dari keselarasan antara apa yang diharapkan dan apa yang diperbuat. Mari kita mengkritik diri sendiri lebih dalam, bukan untuk menghakimi, namun untuk kembali ke jalan yang benar, di mana iman dan perbuatan berjalan harmonis dalam satu garis yang lurus menuju ridha-Nya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar