Tapaktuan, KBBACEH.news – Tampa pagar, begitulah kesan pertama terlihat ketika memasuk komplek Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panjupian, Kec. Tapaktuan, Kab. Aceh Selatan.
Lebih ironisnya lagi, bangunan pertama terdiri dari tiga lokal itu tiang penyangga plafon luarnya masih menggunakan balok kayu yang sudah lapuk, dan tidak layak pakai lagi.
Begitu juga bangunan kedua terdiri dari dua lokal merupakan rumah dinas guru yang disulap menjadi ruang proses belajar dan mengajar (PBM), kondisinya mirip kandang kambing.
Bangunan ketiganya terdiri satu lokal merupakan rumah dinas kepala sekolah (Kepsek) juga dijadikan ruang PBM kondisinya sama dengan bangunan lainnya.
Atas kondisi tersebut, Koordinator Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS) Teuku Sukandi menyatakan kondisi SDN di pusat kota Kab. Aceh Selatan itu sangat – sangat memprihatikan.
“Lebih parahnya lagi, setiap jam istirahat para dewan guru selalu khawatir melihat siswanya bermain dibawah tiang kayu yang telah lapuk itu,” ungkap Teuku Sukandi kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (24/10/2022).
Ia mengatakan, andaikan saja tiang itu tertabrak disaat anak bermain lalu tiang itu patah maka beban plafon yang disangga tiang akan rubuh lalu menimpa anak – anak yang sedang bermain.
“Kemungkinan buruknya yang akan terjadi adalah anak yang tertimpa beban akan kehilangan nyawa,” ucapnya.
Oleh karena itu ia mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar memperhatikan kondisi gedung SDN Panjupian tersebut.
“Jika aspirasi masyarakat yang saya sampaikan ini tidak direspon dengan positif maka borok lainnya akan saya beberkan sebagai bentuk korektif saya yang sifatnya konstruktif,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Aceh Selatan Akmal AH S.Pd melalui Kepala Bidang (Kabid) SD, Yusri S.Pd ketika dikonfirmasi membenarkan kondisi SDN Panjupian sangat memprihatikan.
“Ya, kondisinya sangat memprihatikan,” jawabnya singkat. (IS/Red).