MISTERI RANTAI BABI

MISTERI RANTAI BABI
Mustika Rantai Babi  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:
KBBAceh.News | Tapaktuan – Cerita orang-orang tua di kampung saya dulu selalu menyebut tentang rantai babi. Konon, seekor babi memiliki rantai sakti yang jika dipegang manusia akan menjadikan pemiliknya kebal. Anehnya, sampai sekarang tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu dari mana asal cerita itu, atau bagaimana bentuk rantai babi tersebut. Yang jelas, kisah itu hidup dari mulut ke mulut, turun-temurun diceritakan sebagai bagian dari cerita rakyat yang penuh misteri.
Dalam cerita itu, babi rela menjaga rantainya siang dan malam. Ia takut rantai itu direbut manusia, sehingga ia jarang makan dengan tenang. Akibatnya, babi menjadi kurus, lemah, dan menderita, padahal ia memiliki sesuatu yang dianggap begitu berharga. Rantai yang seharusnya menjadi sumber kekuatan, justru menjelma menjadi beban yang merampas ketenangan hidupnya.
Bila direnungkan, kisah ini menyimpan makna yang dalam. Bukankah sering kali manusia juga begitu? Kita memiliki sesuatu yang dianggap paling berharga—harta, jabatan, gengsi, atau bahkan rahasia diri—dan kita menjaganya mati-matian. Namun dalam penjagaan itu, sering kali kita justru kehilangan rasa damai. Kita sibuk dengan rasa takut, takut kehilangan, takut direbut orang, hingga lupa menikmati hidup dengan tenang.
Mungkin, “rantai babi” hanyalah simbol. Ia menggambarkan betapa sesuatu yang kita anggap harta karun bisa berubah menjadi belenggu. Apa yang kita kira memberi kekuatan, bisa jadi justru melemahkan. Apa yang kita kira akan membuat kita aman, justru membuat kita resah.
Dari cerita sederhana ini kita bisa belajar: jangan biarkan sesuatu yang fana mengikat hati terlalu kuat. Harta, jabatan, bahkan nama besar hanyalah titipan. Hidup akan lebih lapang bila kita mampu meletakkannya di tangan, bukan di hati. Karena sejatinya, kebahagiaan bukan terletak pada apa yang kita jaga, tetapi pada seberapa ikhlas kita melepaskan dan menyerahkan semuanya kepada Allah.
(By Dr. Khairuddin, S. Ag. MA)
Bagikan:

Tinggalkan Komentar