KBBAceh.News | Subulussalam– Polemik terkait tudingan terhadap dua wartawan, JS dan E.W, yang disebut tidak profesional oleh seorang oknum yang mengaku sebagai aktivis media, Syamsul Bahri, kembali mendapat klarifikasi dari Ketua Komite TK Buah Hati Cipare-pare, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Parno, S.Pd.
Dalam penjelasan terbarunya, Parno menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki konflik dengan siapa pun, baik dengan Rajauli maupun Syamsul Bahri. Ia juga membantah pernah memberikan keterangan kepada pihak lain selain wartawan JS dan E.W.
“Tidak ada konflik antara saya dengan siapa pun. Baik dengan Rajauli maupun Syamsul, semuanya dalam hubungan baik. Mereka hanya sempat menelepon saya,” ujar Parno, Kamis (30/10/2025).
Menurut Parno, komunikasi yang terjadi hanyalah sebatas silaturahmi melalui telepon, bukan wawancara resmi. Ia menambahkan, saat itu dirinya sedang memiliki kegiatan sehingga rencana pertemuan tidak sempat terlaksana.
“Waktu itu Rajauli dan Syamsul sempat menelepon, katanya ingin bertemu saya. Tapi saya sedang ada kegiatan, jadi tidak sempat. Saya juga tidak tahu kalau obrolan itu nanti dikaitkan dengan pemberitaan,” jelasnya.
Parno menegaskan, hanya wartawan JS dan E.W yang pernah melakukan konfirmasi langsung dan memperoleh keterangan resmi darinya.
“Saya hanya dikonfirmasi oleh wartawan JS dan E.W, dan memang saya berikan penjelasan resmi kepada mereka. Di luar itu, saya tidak pernah memberikan keterangan apa pun,” tegasnya.
Konfirmasi Wartawan Sebelum Penerbitan Berita Sebelum berita tentang TK Buah Hati diterbitkan, JS dan E.W mengaku telah melakukan proses konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk Parno selaku Ketua Komite. Mereka juga mengirimkan rilis berita untuk ditinjau sebelum naik ke redaksi.
“Sebelum berita naik ke redaksi, kami sudah kirim rilis dan konfirmasi langsung ke Pak Parno. Jadi pemberitaan kami berdasarkan keterangan resmi, bukan opini sepihak,” jelas JS.
JS dan E.W menyayangkan adanya pihak yang menilai pemberitaan mereka tidak profesional, padahal sudah disusun sesuai kode etik jurnalistik.
“Kalau wartawan profesional, seharusnya tidak menyudutkan kerja jurnalistik orang lain. Berita kami disebut miring, padahal sudah sesuai prosedur,” tambah mereka.
Dugaan Ada Pihak yang Ingin Mengatur Isi Berita Selain itu, JS mengungkapkan adanya dugaan upaya dari seorang oknum berinisial AT yang menelpon dirinya dan meminta nomor kontak Parno, bahkan sempat mengarahkan agar berita dimuat dengan judul tertentu.
“Ada oknum AT yang menelepon saya terkait masalah berita. Dia minta nomor WA Pak Parno, lalu menyuruh saya menaikkan berita dengan judul seperti yang diinginkannya. Tapi saya menolak,” ungkap JS.
Rajauli dan Syamsul Bahri Sampaikan Permintaan Maaf Setelah berbagai klarifikasi disampaikan, pihak Rajauli dan Syamsul Bahri akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada JS, E.W, dan Parno atas kesalahpahaman yang sempat terjadi.
Dalam pernyataannya, mereka mengaku bahwa persoalan ini muncul akibat miskomunikasi dan tidak ada niat untuk menyinggung atau merendahkan pihak mana pun.
“Kami menyampaikan permintaan maaf kepada rekan-rekan JS dan E.W, serta kepada Pak Parno. Tidak ada maksud untuk memperkeruh suasana, ini hanya salah paham. Ke depan kami akan lebih berhati-hati dalam berkomunikasi,” ujar Syamsul Bahri.
Rajauli juga menyampaikan hal serupa dan berharap peristiwa ini menjadi pelajaran agar komunikasi antarjurnalis dan tokoh masyarakat di Subulussalam tetap terjalin dengan baik.
“Kami sudah sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Tidak ada dendam, tidak ada konflik. Kami mohon maaf atas kesalahpahaman yang terjadi,” kata Rajauli.
Imbauan Menjaga Etika Pers menanggapi polemik yang berkembang, sejumlah pihak di Kota Subulussalam mengimbau agar insan pers tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan etika jurnalistik.
Perbedaan dalam pemberitaan seharusnya tidak menjadi ajang saling menjatuhkan, melainkan memperkuat fungsi kontrol sosial pers yang sehat dan berimbang.
Syamsul Bahri: Persoalan Akan Diselesaikan Secara Kekeluargaan Menanggapi isu yang sempat mencuat, Syamsul Bahri menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memperpanjang persoalan dan mengajak semua pihak menyelesaikannya secara baik-baik.
“Tidak usah diperpanjang, Bang. Yang penting besok kita selesaikan dengan Pak Parno. Saya malas kalau gara-gara kita satu wadah malah jadi selisih paham. Malu juga sesama kawan ribut. Besok kita ngopi-ngopi saja, kita bicarakan baik-baik,” ujarnya.
Syamsul berharap agar hubungan sesama rekan media tetap terjaga dan tidak menimbulkan perpecahan.
“Yang penting wadah kita tetap baik, satu tim, dan jangan ada perpecahan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pertemuan dengan Parno nantinya akan menjadi momen untuk mempererat silaturahmi dan menutup polemik yang sempat muncul.
“Besok kalau sudah jumpa dengan Pak Parno, kita minta supaya masalah ini selesai dengan baik,” katanya.
“Rajauli dan Syamsul Bahri Minta Maaf, Parno Tegaskan Tak Ada Konflik dengan Wartawan JS dan E.W”
(M. Limbong)