PDAM Tirtanaga Tapaktuan Bagaikan Kerakap Tumbuh Di Batu

PDAM Tirtanaga Tapaktuan Bagaikan Kerakap Tumbuh Di Batu
T. Sukandi  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | Tapaktuan – Berdasarkan Audit BPKP kinerja PDAM Tirtanaga Tapaktuan katagorinya adalah “Kurang Sehat”

Bahwa PDAM Tirtanaga Tapaktuan terdiri dari 1 orang direktur dan 25 orang karyawan (non ASN)

Gaji direktur per bulan 12 Jt, 6 orang karyawan bergaji 2,5 Jt/orang/bulan dan 19 orang karyawan bergaji dibawah 2 Jt /orang/bulan

PDAM Tirtanaga Tapaktuan terdiri dari 5 IPA IKK aktif yaitu, Tapaktuan, Samadua, Sawang, Pasieraja dan Klueut Timur dengan jumlah pelanggan s/d hari ini 4015 pelanggan per 3/7/2025

Dengan jumlah tarif pelanggan 20.000/bulan dan 4 hotel dalam kota Tapaktuan yang membayar rekening tagihannya 150.000 s/d 200.000/bulan dan 1 hotel yang membayar tagihannya 300.000 s/d 500.000/bulan dan yang lebih membuat PDAM jalan di tempat karena jumlah pelanggan aktif dan pelanggan yang tidak aktif tidak membayar tagihan rekening (menunggak) mencapai 2 Milyar lebih s/d hari ini per Juli 2025

Sejak tahun 2022 s/d sekarang ini tahun 2025 keadaan keuangan PDAM Tirtanaga Tapaktuan Bagaikan Kerakap Tumbuh Dibatu “Hidup Enggan Matipun Tak Mau”

PDAM Tirtanaga Tapaktuan sebagai perusahaan daerah sudah tidak dapat lagi memberikan kontribusi untuk menunjang PAD dikarnakan setiap tahun pengolaan keuangan PDAM Tirtanaga Tapaktuan selalu saja defisit tetapi sebaliknya PDAM Tirtanaga Tapaktuan juga tidak pernah lagi mendapatkan subsidi dari Pemda Aceh Selatan

Tentu keadaan ini sangat memprihatinkan, miris dan ironis memang maka oleh karenanya dengan rekrutmen Direktur PDAM Tirtanaga Tapaktuan yang baru yang sedang berjalan seleksinya pada Juli 2025 ini, besar harapan masyarakat semoga lahir sosok dan figur Direktur baru PDAM Tirtanaga Tapaktuan yang dapat, “Menghidup-hidupi PDAM Tirtanaga Tapaktuan Dengan Tidak Sekedar Menompang Hidup di PDAM Tirtanaga Tapaktuan”

T.Sukandi
(Mantan Ketua Dewas PDAM Tirtanaga Tapaktuan)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar