KBBAceh.News | Banda Aceh – Setiap orang ingin berubah. Ingin menjadi lebih baik, lebih disiplin, lebih beriman, lebih sukses, lebih tenang. Namun sering kali kita gagal, bukan karena tidak punya niat, tetapi karena kita terlalu fokus pada hasil besar—padahal Islam dan ilmu kehidupan mengajarkan: perubahan sejati dimulai dari hal-hal yang paling kecil.
Saya membaca sebuah buku yang ditulis oleh James Clear, dalam Atomic Habits, menyebut bahwa kebiasaan kecil ibarat atom—terlihat remeh, tapi menyimpan kekuatan besar bila dikumpulkan secara konsisten.
Jika lihat Dalam Islam, hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW :
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus-menerus dilakukan meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Itulah filosofi perubahan yang seimbang antara ilmu dan iman: bukan besar di awal, tapi berkelanjutan hingga akhir.
Bayangkan seorang petani. Ia tidak menanam padi dengan tergesa lalu berharap panen esok hari. Ia menanam, menyiram, merawat, dan menunggu—karena ia tahu, pertumbuhan tidak bisa dipaksa, hanya bisa dijaga. Begitu pula dalam kehidupan beriman. Kita tidak bisa mendadak menjadi saleh, sabar, atau disiplin. Tapi kita bisa memulai dengan langkah kecil yang konsisten: salat tepat waktu, menjaga lidah, membaca Al-Qur’an satu halaman tiap hari, atau menahan diri dari keluhan.
Di sinilah letak keindahan proses dibanding hasil. Hasil bisa menipu—karena terlihat cepat. Proses menumbuhkan—karena membentuk jiwa.
Dalam bahasa James Clear, “You do not rise to the level of your goals, you fall to the level of your systems.” Sedangkan dalam bahasa Islam, kita bisa memaknainya: “Kamu tidak akan mendapatkan surga hanya dengan harapan, tetapi dengan amal dan kebiasaan yang ikhlas.” Allah SAW berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini bukan hanya tentang revolusi besar bangsa atau masyarakat, tapi juga revolusi batin dalam diri. Allah ingin kita memperbaiki hal kecil dalam diri, karena di situlah perubahan besar berawal: dari niat yang diperbarui, dari shalat yang diperindah, dari kata yang dijaga, dari bangun pagi yang lebih dini, dari senyum yang tidak ditunda.
Maka jika hari ini kamu ingin berubah, jangan tunggu momentum besar. Mulailah dari satu hal sederhana yang bisa kamu jaga setiap hari.
Sebab Islam tidak menuntut kita menjadi sempurna dalam sehari, tetapi berproses menuju ridha Allah setiap hari.
Dan di akhir perjalanan nanti, ketika kau menoleh ke belakang, kau akan sadar—semua perubahan besar itu ternyata berasal dari hal-hal kecil yang dulu kau lakukan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. (By Dr. Khairuddin, S.Ag, MA)