Petugas IGD BLUD RSUD YA Dinilai Tidak Siaga Menangani Pasien

Petugas IGD BLUD RSUD YA Dinilai Tidak Siaga Menangani Pasien
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Pelayanan di BLUD RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, kembali menuai sorotan. Kali ini langsung dialami salah satu awak media (wartawati) di Aceh Selatan.

“Pelayanan buruk ini terjadi di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan dialami salah satu awak media,” kata Pemerhati Kebijakan Aceh Selatan (PeKA) Teuku Sukandi kepada wartawan di Tapaktuan, Jum’at (21/1/2022).

Mengutip informasi awak media, lanjut Teuku Sukandi, oknum petugas di ruang IGD BLUD RSUD YA Tapaktuan dinilai tidak siaga melayani pasien yang membutuhkan penanganan segera.

“Awak media itu dalam keadaan sakit dengan gejala badan terasa sangat lemas dengan ditemani keluarganya sekira pukul 5.00 WIB atau subuh Kamis (20/1/2022) di bawa langsung oleh keluarganya ke RSUD YA,” ungkapnya.

Setiba di BLUD RSUD YA yang terletak di Gampong Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan itu, keluarga awak media tersebut langsung membawa istrinya ke ruang IGD.

Setiba diruang IGD, keluarga pasien memberi salam berkali-kali, namun salam tersebut tidak ada yang menjawab. Maka keluarga pasien berinisiatif memeriksa ruang IGD maka terlihat seorang perawat laki – laki sedang tidur disamping meja.

Spontan saja sang suami awak media tersebut membangunkannya, setelah bangun beliau menyuruh pasien berbaring disalah satu ranjang IGD rumah sakit.

Setelah pasien merebahkan badannya di ranjang IGD dengan ditemaninya keluarganya maka mereka menunggu lebih 30 menit tapi tidak ada perawat atau dokter yang datang menangani keadaannya.

Maka si pasien tersebut merasa diabaikan sedangkan keadaannya semakin kedinginan lalu mulai histeris dengan berteriak-teriak karena sakit yang dirasakannya semakin bertambah.

“Selanjudnya keluarga pasien juga ikut panik melihat keadaan istrinya, maka kembali sang suami memeriksa perawat tersebut ternyata perawat itu kembali tidur,” sebut Teuku Sukandi mengutip keterangan awak media dimaksud.

Kondisi tersebut membuat pasien semakin histeris dengan suara keras serta mengamuk maka si perawat terbangun dengan tergopoh-gopoh pergi kebelakang juga memakan waktu diperkirakan ada 40 menit

Setelah kembali beliau katakan bahwa dokter sedang shalat subuh. Maka setelah menunggu lebih 20 menit, muncullah seorang dokter perempuan dengan memeriksa pasien awak media.

Sementara itu, pasien masih dalam keadaan kesal kepada pihak rumah sakit. Dokter tersebut lalu minta maaf berkali – kali karena awak media tersebut merasa kesal.

Sang dokter kembali meminta maaf dengan alasan bahwa petugas piket menyampaikan info yang keliru sehingga sang dokter bepikir bahwa pasien yang ditanganinya adalah pasien rawat inap yang sudah dikamar inap.

“Sehingga pasien yang berstatus awak media tersebut merasa itu bukanlah alasan tapi dalih pembenaran belaka. Maka pada pukul 6.30 WiB pagi pasien baru ditangani,” ucapnya.

Terkait kejadian tersebut, PeKA menilai inilah pelayanan yang sangat buruk di RSUD YA karena di IGD saja penanganan pasien begitu lamban sehingga ada waktu 2 jam 30 menit terbuang sia-sia.

“Padahal IGD itu adalah ruangan yang bersifat emergensi. Lalu ada lagi temuan yang dialami sang wartawan dengan keluarganya yang menimbulkan tanda tanya,” sebutnya.

Teuku Sukandi menyebut temuan itu bahwa ketika mereka sudah dibawa keruangan di RSUD – YA mereka memakirkan kendaraan roda duanya ditempat parkir terbuka di Gedung C dengan membayar uang parkir Rp 2000.

Kamis malam disaat sang suami wartawan tersebut keluar membeli makanan diwaktu mengambil kendaraan mereka dipungut lagi uang parkir Rp 5000, dengan alasan situkang parkir kalo malam tarifnya naik jadinya Rp. 5000.

Begitu juga pada Jum’at (21/1/2022) siang, awak media tersebut ketika di bolehkan pulang maka disaat mereka keluar maka diminta lagi uang parkir Rp 2000.

Pada saat itu awak media yang sudah dibolehkan pulang itu menanyakan mengenai uang parkir yang diminta berkali-kali itu, dengan pertanyaan kemana uang parkir itu disetorkan.

“Lalu situkang parkir dengan lugas dan jelas menjawab bahwa uang parkir itu mereka setorkan ke RSUD YA,” beber Teuku Sukandi mengutip awak media.

Terkait hal itu, pihak manajemen BLUD RSUD YA Tapaktuan hingga berita ini tayang belum terkonfirmasi. (IS/Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!