KBBAceh.News | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan hadir di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat (AS). Yang menarik, ia mendapatkan giliran ketiga berpidato di General Debate SMU PBB.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membeberkan bagaimana Prabowo bisa mendapatkan kesempatan tersebut. Direktur Kerja Sama Multilateral Kemlu RI, Tri Tharyat menyebutkan, ada dua tradisi undian di Sidang Majelis Umum PBB.
“Yang pertama adalah siapa yang duduk paling depan pertama,” kata Tri dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Sedangkan undian yang kedua adalah undian untuk urutan berbicara, dengan catatan, kepala negara yang akan berbicara.
Tri menjelaskan, urutan yang akan berbicara adalah kepala negara, wakil kepala negara, dan kemudian pejabat lain di bawahnya.
“Jadi urutan keprotokolan yang berbicara selalu presiden dulu, kemudian wakil presiden setelah habis wakil presiden baru kemudian perdana menteri,” tuturnya.
Usai perdana menteri, dilanjutkan dengan wakil perdana menteri, kemudian pejabat lain di bawahnya. Menurutnya, itu sudah sesuai dengan keprotokolan PBB.
Tri menceritakan, sebenarnya secara undian, Prabowo mendapat nomor satu. Namun ada alasan lain mengapa ia nantinya akan berpidato di urutan ketiga.
“Jadi hasil undian tersebut kemudian ya alhamdulillah kita dapat sebutnya nomor satu. Karena nomor satu dan duanya itu sudah memang ‘by default‘ selalu Brasil dan Amerika,” kata dia.
Tri menambahkan, ini adalah urutan terbaik yang pernah didapatkan Indonesia. Pasalnya, dilakukan di hari pertama dengan urutan awal.
Kepada awak media, Tri mengatakan, Presiden Prabowo akan berpidato pada 23 September 2025. Ia mengatakan, Prabowo rencananya akan berbicara pukul 23.00 WIB atau pukul 10.00 waktu New York.
“Sehingga kurang lebihnya nanti tolong pantau ya, waktu Indonesia Baratnya kurang lebih pukul 23.00,” ujar dia. (Sumber, IDN Times)