KBBAceh.News | Jakarta – Anak Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sempat menuai sorotan lantaran pernah meledek program kerja Sri Mulyani.
Tak hanya itu, Yudo Sadewa juga menghina masyarakat yang kondisi ekonominya rendah.
Ungkapan tersebut ia tuangkan lewat sebuah video yang diunggah di akun TikTok pribadinya.
Bahkan sang ayah, Purbaya, pernah menyebutnya demikian.
“Si bocah trader lulus SMA,” tulis Purbaya dalam sebuah unggahan tahun 2023.
Nama Yudo makin ramai diperbincangkan setelah postingannya di Instagram. Dalam salah satu unggahan, ia menuding Sri Mulyani sebagai agen CIA Amerika yang menyamar menjadi menteri.
Tak berhenti di situ, Yudo kerap mengunggah video lain di TikTok. Akun dengan nama @yudosadewa diketahui benar milik anak Purbaya, terlihat dari beberapa postingan bersama tokoh penting seperti Sri Mulyani, Presiden Prabowo Subianto, hingga Luhut Binsar Pandjaitan.
Pada 2024, Yudo juga membuat video stitch terhadap seorang perempuan yang mengkritik program Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat).
“Gua sangat setuju sama program Tapera ini, kenapa? Ya lu tau lah bisa gotong-royong. Eh gak guys,” ujar Yudo.
“Pemerintah konoha tuh ya sama mencerminkan rakyatnya, bodoh, terus maling,” kata Yudo Sadewa lagi.
Sebagai ilustrasi, jika gaji seorang pekerja setara upah minimum DKI Jakarta Rp 5.067.381, maka potongan Tapera mencapai Rp 126.684 per bulan atau Rp 1,52 juta per tahun.
Sebelumnya, Yudo juga sempat menuliskan di Instagram:
“Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar jadi menteri.”
Namun kini, akun tersebut sudah hilang.
Purbaya Yudhi Sadewa, Kini Menkeu
Setelah reshuffle kabinet, Purbaya Yudhi Sadewa resmi menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.
Ia dikenal luas sebagai ekonom senior dengan rekam jejak panjang di dunia riset ekonomi, kebijakan publik, hingga lembaga keuangan negara.
Purbaya meraih gelar doktor ekonomi di Purdue University, Amerika Serikat, dengan spesialisasi ekonomi makro dan pembangunan.
Namanya mulai mencuat sejak aktif di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di mana ia banyak menghasilkan kajian strategis soal inflasi, pertumbuhan, dan ketahanan fiskal Indonesia.
Selain berkiprah di lembaga penelitian, Purbaya juga pernah menjadi Chief Economist Danareksa Research Institute dan kerap tampil sebagai analis ekonomi yang kritis.
Reputasinya yang independen membuatnya dipercaya menempati sejumlah jabatan penting di pemerintahan, antara lain:
Saat menjabat Ketua LPS, peran Purbaya sangat penting menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya di masa pandemi Covid-19.
LPS menjadi benteng kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan, bersama OJK dan Bank Indonesia.
Kini, ia dipercaya mengemban tugas besar sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani. (Sumber, Tribuntrends.com)