KBBAceh.News | Aceh Tenggara, – Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya dan Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Aceh (DPRA), drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes dari Partai Demokrat, menyalurkan sebanyak ratusan paket sembako kepada korban terdampak bencana banjir dan banjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara.
Dari pantauan awak media, bantuan ratusan sejumlah paket sembako bagi korban bencana banjir dan banjir bandang tersebut diserahkan oleh Wakil Sekretaris Partai Demokrat Aceh Tenggara, Irvan Salasa dan kader partai. Kepada sejumlah Posko Pengungsian di Kecamatan Ketambe, Lawe Sigala-Gala, Babul Makmur, Tanoh Alas, Bukit Tusam dan Darul Hasanah.
“Untuk di Kecamatan Ketambe, bantuan diterima langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tenggara, dr. Heri Al Hilal didampingi Camat Ketambe, Miftahul Khairi,” kata Wakil Sekretaris Partai Demokrat Aceh Tenggara, Irvan Salasa, pada Sabtu 29 November 2025.
Dijelaskannya, bantuan ini merupakan dari Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya dan Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Aceh (DPRA), drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, untuk korban terdampak bencana banjir dan banjir bandang di enam Kecamatan Kabupaten Aceh Tenggara yang berjumlah sebanyak 120 Zak Beras, 120 kotak mie instan, 120 papan telur dan 150 kotak air mineral.
Irvan Salasa juga menyampaikan pesan kepada korban yang terdampak banjir dan banjir bandang agar tetap tabah dan mengambil hikmah atas musibah yang telah terjadi.
“Setiap ujian yang diberi oleh ALLAH SWT tidak mungkin tidak ada jawaban yang baik,” sebutnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRA, drh. Nurdiansyah Alasta, saat dikonfirmasi mengungkapkan rasa prihatinnya atas bencana banjir dan banjir bandang di Aceh Tenggara.
“Semoga musibah ini cepat berlalu, dan masyarakat yang terdampak langsung untuk tetap sabar dan kita saling menolong,” kata drh. Nurdiansyah Alasta.
Kemudian drh. Nurdiansyah Alasta juga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara agar secepatnya memberikan jumlah Data kerusakan dan kondisi masyarakat pasca terjadinya banjir dan banjir bandang
Selain itu Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Aceh (DPRA) itu juga meminta kepada Pemerintah Pusat agar menetapkan musibah banjir ini sebagai bencana nasional.
“Mengingat saat ini banjir terjadi disejumlah wilayah. Saya memohon agar pemerintah Pusat dapat menetapkan kejadian ini sebagai bencana nasional,” imbuhnya. [Hidayat]