Pasca Banjir Gas ELPIJI Langka di Tapaktuan, Warga Terjepit, “PLN Padam, Gas Pun Tak Ada, Signal Telepon Selular Mengulah”

Pasca Banjir Gas ELPIJI Langka di Tapaktuan, Warga Terjepit, “PLN Padam, Gas Pun Tak Ada, Signal Telepon Selular Mengulah”
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | Tapaktuan — Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Aceh Selatan semakin meluas dalam beberapa hari terakhir. Gangguan distribusi pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah membuat banyak pangkalan kehabisan stok dan masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan energi untuk memasak.
Yati, seorang ibu rumah tangga di Tapaktuan, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dapur lantaran gas melon tak lagi tersedia.
“Kalau begini terus kami bisa tak bisa masak lagi. PLN padam, gas pun tak ada serta signal telepon selular dan internetpun ikut mengulah” keluhnya dengan nada kesal.
Keluhan serupa datang dari para pemilik pangkalan. Mereka membenarkan bahwa pasokan belum kembali normal karena distribusi LPG terhambat sejak banjir menerjang.
“Hampir semua pangkalan kosong. Barang belum masuk sejak banjir, kami tidak bisa menjual apa-apa,” ujar salah satu pemilik pangkalan di Tapaktuan.
Khairil, pemilik Pangkalan LPG UD Rafli di Gampong Padang, Kecamatan Tapaktuan, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima kepastian terkait distribusi LPG subsidi tersebut.

“Kita tidak tahu kendalanya di mana. Untuk gas ukuran besar, jatah baru akan datang besok dan harganya tetap Rp200 ribu. Tapi untuk gas kecil, kami belum tahu kapan sampainya minggu ini pun belum tentu. Kalau ada, harganya tetap saya jual Rp25 ribu,” jelasnya.
Kelangkaan ini dikhawatirkan mengganggu aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada LPG 3 kilogram. Masyarakat berharap pemerintah daerah, Pertamina, serta pihak terkait dapat segera menormalkan alur distribusi agar kebutuhan dasar warga tidak terhambat lebih lama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai kapan pasokan LPG 3 kilogram akan kembali stabil. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar