Tapaktuan, KBBACEH.news – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh Selatan (AMAS) melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRK Aceh Selatan, Senin (11/4/2022).
Selain menyampaikan 6 tuntutan, aksi damai mahasiswa yang dikawal ketat oleh Kepolisian Resort (Polres) Aceh Selatan itu juga menyampaikan berbagai permasalahan di Aceh Selatan.
Seperti permasalahan minimnya fasilitas kesehatan dan buruknya pelayanan di BLUD RSUD YA Tapaktuan. Sehingga antrian berobat sampai menghabiskan waktu berjam – jam.
Selain itu, permasalahan sengketa tanah antara masyarakat dengan pihak PT Asdal yang hingga kini belum terselesai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan.
“Juga masalah pabrik semen di Kotajar, hingga hari ini juga belum selesai – selesai,” teriak mahasiswa disambut yel yel “hidup mahasiswa, hidup mahasiswa”,
Juga permasalahan aktivitas tambang di Manggamat yang selama ini tidak menguntungkan masyarakat setempat. Kendati hasil alamnya hampir habis terkuras.
Mahasiswa juga menyinggung tidak tampaknya batang hidung anggota dewan wanita saat berlangsungnya aksi damai tersebut.
Dalam orasinya, Ketua HMI Cab. Tapaktuan, Mahdi Arifan mengatakan, abrasi sungai Kluet telah menghancurkan 3 hektar lahan sawit di Gampong Pulau Kambing, dan Gampong Keude Padang, Kec. Kluet Utara.
“Namun sejauh ini belum ada perhatian dari bapak – bapak dewan terhormat, dan ini harus secepatnya ditangani,” ujarnya.
Dedy Sembiring (Korlap) menyampaikan 6 tuntutan dihadapan pimpinan dan anggota DPRK Aceh Selatan, yakni Tolak kenaikan BBM. Tolak wacana penundaan Pemilu atau Presiden 3 periode.
“Selesaikan masalah kelangkaan solar. Selesaikan kelangkaan minyak goreng, Tolak kenaikan pajak PPN 11%,. Selesaikan masalah PT Semen Merah Indonesia Kotafajar. Segera tingkatkan mutu pendidikan Aceh Selatan,” ucapnya.
Menanggapi aksi mahasiswa, Ketua DPRK Aceh Selatan, Amiruddin menyatakan, tuntutan mahasiswa akan ditampung semua.
“Aspirasi adik – adik akan kami teruskan ke tempat yang kita setujui, yakni ke provinsi. Kami harapkan kepada adik – adik agar kita kawal bersama – sama,” katanya.
Senada hal itu, Wakil Ketua II DPRK Adi Samridha S.Pd.I menyebut, pihak DPRK mendukung aksi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi berbagai masalah di Aceh Selatan.
“Terkait kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng. Kita sudah melakukan berbagai langkah salah satunya kita telah meminta kepada Disdagperinkop dan UKM Aceh Selatan untuk melaksanakan pasar murah,” sebutnya.
Ia juga menyebut sebagaimana disampaikan mahasiswa terkait permasalahan pabrik semen di Kotafajar. Bahkan, pihak DPRK Aceh Selatan tidak tahu dari mana masuknya penguasaha tersebut.
“Mengenai pabrik semen, kami tidak tahu antah berantah dari mana mereka masuk. Entah bagaimana prosesnya. Maka hal – hal seperti ini (informasi) sangat kami perlukan, untuk menindak lanjutinya,” tegasnya.
Mengenai buruknya pelayanan, Anggota DPRK Aceh Selatan, Siska Elviadi mengutarakan, bahwa DPRK sudah tiga kali melakukan infeksi mendadak (Sidak) di BLUD RSUD YA Tapaktuan.
“Mengenai antrian berobat di rumah sakit hal ini sangat mengecewakan. Ini sudah tiga kali kami Sidak. Juga sudah kami panggil Direktur BLUD RSUD YA dan BPJS ke gedung DPRK, dan kami meminta jangan ada lagi antrian berobat berjam – jam,” pungkasnya. (IS/Red).