Seorang Warga di Aceh Selatan Hanyut Terseret Arus Sungai

Seorang Warga di Aceh Selatan Hanyut Terseret Arus Sungai
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Seorang warga Gampong Ie Dingin, Kec. Meukek, Kab. Aceh Selatan,  Safri Yulita (32), hanyut terseret arus  sungai, Rabu (26/10/2022) sore. 

Berdasarkan informasi, korban hanyut terseret arus deras saat menyeberang sungai  bersama suaminya, Khalidin (49) dan anaknya ketika hendak pulang ke rumah di Gampong Ie Dingin. 

Khalidin yang sedang menggendong anak perempuannya berhasil menyeberang sungai sedangkan korban hanyut terseret arus. Sehingga dilakukan pencarian oleh   personil Damkar 02 Meukek, TNI/Polri dan masyarakat setempat.

Hingga menjelang malam, upaya  pencarian terhadap korban terus dilakukan  di sepanjang pinggiran aliran sungai, namun korban belum berhasil ditemukan. 

Suami korban,  Khalidin kepada wartawan mengatakan, saat menyeberang sungai dengan istrinya tiba – tiba saja datang arus deras. 

“Arus deras pertama  datang  setinggi pinggang  saat kami sudah di tengah sungai,” ucapnya. 

Namun, sambungnya,  tiba – tiba saja datang lagi arus deras kedua setinggi bahu sehingga ia mengisyaratkan kepada korban agar menuju kawasan  dangkal. 

“Saya yang sedang menggendong anak saat itu berhasil menyeberang sungai  dan mengantar anak ke rumah, namun saat kembali ke sungai untuk mencari istri, arus sungai makin deras,” tuturnya.

Kendati arus makin deras, Khalidin terus berupaya mencari istrinya, namun upaya pencarian tersebut tidak membuahkan hasil menemukan istrinya. 

Karena tidak berhasil menemukan istrinya, selanjutnya Khalidin melaporkan musibah tersebut kepada Perangkat Gampong Ie Dingin, Muspika Meukek, dan Pos Damkar 02 Meukek. 

“Setelah mengantar anak ke rumah, saya langsung kembali ke sungai untuk mencari istri yang saat itu saya pikir istri saya sudah berhasil menyeberang sungai,” sebutnya. 

Khalidin mengutarakan, biasanya ketika pergi ke gunung untuk memanen pala, istrinya tidak pernah minta ikut, namun hari ini, sang istri bersikeras minta ikut pergi ke gunung.

“Ia minta ikut padahal saya sudah melarang, istri saya tetap minta ikut ke gunung sambil membersihkan kuburan keluarga,” katanya, mengutip permintaan istrinya sebelum pergi ke gunung. 

Begitu juga, sambungnya, ketika ingin pulang ke rumah, korban diminta melewati jalur  darat untuk menuju gampong sebelah karena kawasan itu sedang diguyur hujan.

“Istri saya tetap memilih menyeberang sungai. Saya berharap istri saya segera ditemukan,” pintanya. (IS/Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar