Tangismu Bukan Tanda Lemah, Tapi Doa yang Jujur

Tangismu Bukan Tanda Lemah, Tapi Doa yang Jujur
Silhouette young male muslim prayer with hijab praying to God front of landscape view. concept for eid mubarak,  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

By. Dr Khairuddin MA

Tapaktuan, KBBAceh.news – Selama perjalanan menuju tempat yang kami tuju, kami berkesempatan mengunjungi banyak masjid indah di sepanjang rute kami. Setiap kali berhenti, kami melaksanakan shalat dengan hikmat, dan setelah itu kami beristirahat sejenak sambil menikmati suasana sekitar.

Di antara banyak pemandangan jama’ah yang hadir untuk beribadah, salah satu momen yang mengundang kesan mendalam bagi kami adalah ketika kami melihat seseorang yang berdoa dengan sangat emosional. Dia tampak menangis terisak-isak saat menghadap Allah, tubuhnya terlihat bergetar karena perasaan yang mendalam.

Takbirnya terdengar jelas di telinga kami, dan sujudnya memanjang penuh khusyuk. Melihat situasi ini memberikan kami banyak inspirasi dan bahan renungan. Di sinilah terlihat makna pengaduan yang sesungguhnya, di mana seseorang dengan tulus mengungkapkan segala isi hatinya tanpa ragu dan tanpa malu, menyerahkan semuanya kepada Allah.

Ternyata, Tak perlu malu menangis. Air mata adalah bahasa kejujuran dari hati yang mulai tak sanggup menahan luka. Tapi, menangislah di tempat yang tepat. Menangislah di hadapan Allah, bukan hanya di dalam gelap. Karena di situlah air mata berubah menjadi doa.

Kadang, kita merasa bahwa air mata adalah tanda kelemahan. Kita takut orang lain melihat kita rapuh. Padahal, tangisan adalah ungkapan hati yang paling tulus, yang bisa menghubungkan kita langsung dengan Tuhan. Setiap tetes air mata adalah pengingat bahwa kita tak bisa berjalan sendiri, kita butuh pertolongan-Nya.

Menangislah dengan penuh pengharapan. Karena Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya menangis tanpa alasan. Ada kekuatan dalam kelemahan, ada jawaban dalam kesabaran. Dan Allah tahu kapan waktu yang tepat untuk menghapus air mata itu. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar