Warga Sulit Dapatkan BBM, LIBAS : Pemkab dan DPRK  Tutup Mata

Warga Sulit Dapatkan BBM, LIBAS : Pemkab dan DPRK  Tutup Mata
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Koordinator LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (LIBAS) Mayfendri menyatakan, ditengah sulitnya warga mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), namun pejabat   Pemkab baik itu bupati maupun sekda dan pimpinan DPRK diam dan tutup mata. 

“Warga selama ini menjerit dan seperti pengemis mengantri di SPBU untuk mendapatkan BBM, tetapi pejabat Pemkab dan pimpinan DPRK diam tidak  berbuat apa-apa,” kata Mayfendri kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa (13/12/2022). 

Lebih parahnya, lanjutnya, warga di Aceh Selatan antri di SPBU bukan antri untuk mengisi minyak melainkan antri menunggu adanya minyak di SPBU. Pemandangan ini sudah biasa terlihat di setiap SPBU di Aceh Selatan. 

“Tetapi sebagai pimpinan daerah maupun pimpinan DPRK seakan-akan membiarkan terjadinya kelangkaan BBM ini. BBM sudah lama sulit didapatkan tetapi pemangku kebijakan di daerah ini tidak satupun angkat bicara,” ungkapnya. 

Menurutnya, masalah ini semestinya menjadi perioritas penting bagi pemerintah sehingga kelangkaan BBM di Aceh Selatan bisa teratasi. Karena kelangkaan minyak ini berefek pada pendapatan ekonomi masyarakat khususnya angkutan umum. 

“Para sopir mengeluh karena tidak bisa beraktivitas, lantaran minyak langka di SPBU,” ucapnya. 

Begitu juga, sambungnya, pimpinan DPRK maupun anggota dewan tidak pernah memikirkan kesulitan warga untuk mendapatkan BBM. Warga hampir setiap hari menunggu minyak masuk, tapi anggota dewan malah melancong ke luar daerah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek). 

“Andaikan bimtek itu bermanfaat tidak ada masalah tetapi bimtek itu hanya menghabur-hambur uang negara. Andaikan bimtek itu ke Pertamina untuk mengatasi kelangkaan BBM itu baru bermanfaat bagi masyarakat yang telah memilihnya,” pungkasnya. (IS/Red). 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar