Tapaktuan,KBBACEH,news,- Anita Safitri (22) gadis muda asal dusun Teladan, Gampong Lawe Cimanok, Kluet Timur – Aceh Selatan sejak 3 tahun lalu mengalami kecelakaan saat ia mengenyam ilmu pendidikan di Pondok Pesantren.
Saat itu dirinya terjatuh dari tempat tidur, peristiwa nahas itu kembali terjadi tepat di hari wisudanya SMA, namun kondisi tersebut tidak pernah disampaikan kepada orang tuanya.
Namun melihat kondisi Anita yang sudah mulai sakit-sakitan, seorang sahabat tanpa diketahui telah menyampaikan kepada orang tuanya, sejak saat itu baik ayah atau ibu terus berusaha mengobati anak sulungnya tersebut.
Kondisi Anita semakin memburuk hingga akhirnya ia dirawat di RSUYA Tapaktuan, berdasarkan hasil foto X-Ray (Rontsen) dinyatakan bahwa Anita Safitri mengalami patah tulang bagian belakangnya.
Tindakan bedah pun menjadi pilihan para tenaga ahli medis untuk memulihkan kondisi Anita, namun dirinya yang masih belum faham memilih menolak karena ketakutan, akhirnya pengobatan pun terhentikan.
Kisah ini sampai juga kepada camat Kluet Timur, Gusmawi Mustafa, melalui Keuchik Lawe Cimanok yang telah mengajaknya untuk mengunjungi Anita di rumah orang tuanya.
“Kami menyaksikan langsung kondisi kesehatan Anita yang saat ini alami imobilisasi, betapa sulitnya Anita Safitri untuk sekedar duduk sehingga dirinya sangat ketergantungannya dan selalu digendong ibunya,” ucap camat.
Sedikit redaksi jelaskan, Imobilisasi adalah suatu kondisi yang relatif, dimana individu tidak saja kehilangan kemampuan geraknya secara total, tetapi juga mengalami penurunan aktifitas dari kebiasaan normalnya.
Saat kami mengunjunginya, lanjut camat, dengan segenap tenaga kami yakinkan agar Anita mau mengikuti proses bedah, akhirnya Anita bersedia.
Mendengar kesediaaannya, kami bergerak cepat, Keuchik Lawe Cimanok dan dr. Rika selaku Kepala UPTD Puskesmas Kluet Timur, merespon cepat, lalu disepakati Mobil Ambulance menjemput Kamis siang (20 Mei 2021), lalu beberapa menit di Puskesmas langsung ke RSUYA Tapaktuan.
“Setelah menjalani proses perawatan di RSUYA Tapaktuan, pagi ini 26 Mei 2021 Anita Safitri tiba di RSUZA Banda Aceh bersama ayah ibunya untuk menjalani proses pengobatannya,” jelas camat.
Semangat Anita untuk sembuh sangat tinggi, ayah ibunya berharap banyak, melihat secercah harapan dari do’a selama ini agar anandanya luluh untuk bersedia dioperasi dan kembali sembuh.
Saat ini, sang ayah yang berprofesi sebagai petani harus berhenti mencari nafkah untuk berkonsentrasi mendampingi anak nya, sementara kebutuhan lain di luar pengobatan, jelas sangat banyak, seperti makan minum dan lain-lain..
“Untuk itu, kami menyampaikan harapan kepada bapak,ibu, abang, kakak, adik untuk dapat membantu kami, dengan segala keterbatasan kami, jika ada dermawan, saudara yang ingin membantu kami dapat disalurkan dana kepada kami melalui Rekening Bank Aceh Syariah,
121 022 000 388 54, MASRI, atau dapat menghubungi kami di nomor HP / WhatsApp : 082213905772, terima kasih kepada semua pihak yang telah sama-sama berjuang untuk kesembuhan anak kami,” ucapnya Masri penuh harap.