Pengunjung Kecewa, Akses Jalan Layang Menuju Objek Wisata Tuan Tapa Ditutup Sementara

Pengunjung Kecewa, Akses Jalan Layang Menuju Objek Wisata Tuan Tapa Ditutup Sementara
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Pengunjung yang datang dari berbagai daerah ke objek wisata Tapak di Gampong Pasar, Kec. Tapaktuan, Kab. Aceh Selatan, mengaku kecewa karena tidak leluasa melihat tapak raksasa.

Pasalnya, akses jalan layang menuju objek wisata Tapak dalam kondisi rusak berat. Untuk sementara akses jalan layang tersebut ditutup oleh Dinas Pariwisata Aceh Selatan.

Kendati sudah ditutup, pengunjung terpaksa menerobos melewati jalan layang yang sudah rusak berat itu untuk melihat langsung tapak raksasa yang diyakini milik Tuan Tapa.

“Kami datang dari Aceh Tengah, khusus ingin melihat langsung Tapak Tuan Tapa. Tapi sayangnya akses jalan layang ini rusak berat,” ujar sejumlah pengunjung asal Aceh Tengah kepada wartawan di Tapaktuan, Sabtu (21/8/2021).

Sebelumnya rombongan pengunjung ini melihat Anjungan Tapak Tuan Tapa di puncak gunung lampu. “Jalannya sangat curam, butuh tenaga ekstra untuk mencapai kesana,” cetusnya.

Sementara itu, Pengelola ODTW Tapak Tuan Tapa, Andres ketika dikonfirmasi menyatakan, pengumuman penutupan sementara akses jalan layang menuju objek wisata Tapak itu dipasang oleh Dinas Pariwisata Aceh Selatan.

“Dipasang pengumuman itu karena kondisi akses jalan layang rusak berat. Ditutup saat itu karena musim ombak besar. Tetapi sampai kini belum dibuka oleh Dinas Pariwisata,” ujarnya.

Menurut dia, pemasukan PAD tidak terlepas dari banyaknya jumlah pengunjung yang datang ke objek wisata Tapak. ODTW Tapak Tuan Tapa menyumbang PAD Rp. 15 juta/tahun.

“Seperti tahun 2020, saya sudah menyerahkan untuk PAD kepada Dinas Pariwisata Aceh Selatan Rp. 15 juta. Tetapi bukti bahwa saya sudah menyerahkan uang itu tidak ada saya terima,” ungkapnya.

Tahun 2021 ini, sambungnya, ia baru menyetor PAD Rp. 9 juta. Sedangkan sisanya Rp. 6 juta lagi tersebut, ia menyarankan kepada pihak Dinas Pariwisata untuk memperbaiki akses jalan layang yang sudah rusak itu.

“Sayangnya saran saya sisanya yang Rp. 6 juta lagi itu untuk membeli papan tebal untuk lantai jalan layang itu ditolak oleh pihak Dinas Pariwisata,” sebutnya.

Anehnya, lanjutnya, pihak Dinas Pariwisata tidak tahu menahu terkait kerusakan jalan layang itu, malah sebaliknya tetap memaksa sisa PAD itu diserahkan.

“Bukan saya tidak mau menyerahkan, saya ingin akses jalan layang itu dapat diperbaiki sementara karena perolehan PAD tergantung banyaknya pengunjung yang datang ke sini,” pungkasnya. (IS/Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar