Banda Aceh, KBBACEH.news – Pengurus Satuan Tugas (Satgas) Search And Rescue (SAR) Kota Banda Aceh periode 2023-2027 dilantik dan dikukuhkan.
Pelantikan dan pengukuhan dilaksanakan oleh Staf Ahli Wali Kota, Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh, Iskandar S.Sos M.Si berlangsung di Aula Basarnas Aceh, Jalan Sultan Malikussaleh, Long Raya, Banda Aceh, Selasa (28/2/2023) pukul 14.00 WIB.
Acara tersebut dihadiri ole Kakansar Banda Aceh, Ibnu Haris Al HussainHussain, Kasi Ops Basarnas Muhammad Fathur Rachman, BPBD, Damkar, PMI, Polsek, RAPI, Erpa, Menwa USK Banda Aceh, dan para anggota Satgas SAR se-Aceh.
Adapun susunan Pengurus Satuan Tugas SAR Kota Banda Aceh, yakni Pembina, AKBP Ir Mukhlis SE MM, M Heri Julius S.Sos MM, Tuanku Muhammad S.Pd,I M.Ag, Dedi Sumardi Nurdin SKM MM, Hendry Syahputra S.Pd, Nursaady Ibrahim, S.Sos.I, dan Zulfikri SE MM.
Pengurus Satgas SAR Kota Banda Aceh, yang dilantik tersebut yakni, Edwar S.Pd (Ketua), Ari Monandar (Sekretaris), dan Zulfahmi S.Pd (Bendahara). Divisi Bidang, Humas dan Dokumentasi Cut Hubban Jamma.
Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Said Beldy Setiawan S.Kom, Bidang Peralatan dan Perlengkapan, Andika Ramayanto, Bidang Transportasi, M Egi Sandya, Bidang Komunikasi, Rizki Maulana SE, Bidang Operasi SAR, Iskandar, Bidang Pelayanan dan Kesehatan, Irma Agustina S.Keb, dan Bidang Sosial, Richwan Harus ST.
Sementara itu dalam amanahnya, Kordinator Satgas SAR Provinsi Aceh, Mayfendri mengharapkan kepada anggota Satgas SAR agar terus bekerja dalam misi kemanusiaan apa pun bentuk musibahnya di daerah ini.
“Anggota Satgas SAR terus melakukan hal-hal positif bagi masyarakat dilapangan dan selalu aktif dengan sendirinya pemerintah tidak tutup mata dalam mengalokasikan anggaran operasional, tapi sebaliknya setelah dilantik ini tidak ada kegiatan yang menonjol dalam misi kemanusiaan maka sia-sia saja organisasi Satgas SAR ini,” ucapnya.
Kedepan Mayfendri berharap kepada pemerintah kab/kota yang telah ada organisasi Satgas SAR bisa menilai kinerjanya dilapangan kalau lah memang aktif diharapkan untuk bisa dibantu anggaran operasionalnya dalam melakukan kegiatan dalam bidang misi kemanusiaan.
“Karena kalau dalam terjadi bencana skala besar Basarnas sendiri kekurangan personil makanya perlu setiap kab/kota punya organisasi Satgas SAR,” sebutnya.
Satgas SAR Kab/Kota eksis dilapangan untuk membantu misi kemanusiaan atau bencana lainnya di kab/kota tediri dari yaitu Satgas SAR Aceh Selatan, Satgas SAR Subulussalam, Satgas SAR Tamiang, Satgas SAR Aceh Timur, Satgas SAR Aceh Jaya.
Berikutnya, Satgas SAR Aceh Barat, Satgas SAR Aceh Utara, Satgas SAR Kota Banda Aceh, Satgas SAR Pidie Jaya, Satgas SAR Kota Lhoksemawe, Satgas SAR Langsa, Satgas SAR Pidie, dan Satgas SAR Aceh Barat Daya (Abdya). (Red).