Subulussalam, KBBACEH.news – Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Subulussalam, Ahmad Rambe menyatakan, sejak tiga bulan terakhir, telah belasan rumah warga terbakar di Kota Subulussalam.
“Peristiwa tersebut, telah menimbulkan Fire Syndrome di tengah masyarakat. Ditambah lagi sebagian wilayah Aceh sedang dilanda cuaca dengan suhu panas yang sangat tinggi,” Ahmad Rambe kepada wartawan, Senin (22/5/2023).
Ia menyebut sesuai informasi yang dihimpun dilapangan beberapa kejadian kebakaran rumah warga bahkan sudah pernah menelan korban jiwa, penyebab kebakaran itu diduga dari korsleting arus pendek sebagai pemicunya.
“Sehingga setiap kejadian kebakaran kerap mengkambing hitamkan ‘arus pendek’ sebagai pemicu kebakaran, hal ini sudah sepatutnya menjadi perhatian penting bagi instansi terkait demi menghindari hal yang sama di tengah masyarakat Pemko Subulussalam,” ucapnya.
Menurutnya, naas memang tidak dapat dielakkan, takdir juga tidak dapat dihindari. Lantas manusia yang memiliki akal pikir tentu tidak boleh membiarkan ancaman si jago merah yang terus mengancam siapa dan dimana saja.
Namun demikian sejauh ini langkah apa yang harus di lakukan oleh pihak pemerintah daerah ,baik Pihak PLN UP3.Kota subulussalam demi untuk mengatasi hal yang dianggap sangat menghantui kehidupan masyarakat saat ini.
“Apakah tidak ada selusi yang sudah di program kan oleh pihak PLN juga Pemerintah daerah ,untuk mengeliminir terjadinya kebakaran rumah warga,” sebutnya, seraya bertanya.
Ia mengutarakan, terkait dengan fenomena kebakaran yang kerap terjadi selama ini di pemukiman masyarakat diduga akibat lemahnya pemeliharaan dan perawatan secara berkala Instalasi Listrik perumahan warga juga diduga banyaknya pemakaian Instalasi Listrik rumah warga yang tidak layak pakai, dan pemasangan Instalasi tidak sesuai dengan standard SNI.
“Oleh karena itu, kami meminta kepada PLN Kota Subulussalam dan seluruh stakeholder terkait untuk dapat mencari solusi agar masyarakat dapat hidup dan beraktifitas dengan nyaman,” ucapnya lagi.
Ia juga menyebut sudah selayaknya PLN sebagai perusahaan BUMN yang telah ditetapkan sebagai kuasa usaha ketenagalistrikan oleh negara. Mengarahkan CSR melalui pemerintah Kota Subulussalam untuk memperhatikan sumber masalah bencana kebakaran. Sebagaimana diketahui kehadiran perusahaan juga turut memberikan kepedulian sosial terhadap masyarakat.
“Adapun saran yang dapat kami berikan, agar kiranya CSR PLN UP3 Area Kota Subulussalam agar diarahkan pada Perbaikan Instalasi listrik perumahan masyarakat yang tidak layak pakai untuk dapat segera diperbaiki sesuai dengan standard PLN,” sarannya.
Ia juga menyarankan kepada PLN Subulussalam melalui pemerintah Kota Subulussalam untuk membentuk Unit pengawas instalasi listrik rumahan sesuai dengan standard PLN, meminta PLN Kota Subulussalam untuk memberikan sosialisasi di tempat umum tentang bahaya hubungan arus pendek listrik.
“Kita meminta kepada pimpinan PLN UP,3 Subulussalam benar-benar memperhatikan dan memperbaiki jaringan Kabel listrik yang begitu sembraut di pandang kasat mata hampir di seluruh kota Subulussalam bahkan banyak Kabel listrik yang jatuh ke tanah tanpa perhatian serius dari pihak PLN. Serta meningkatkan SDM pada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kota Sada Kata,” pungkasnya. (Solin/Red).